Sunday, August 23, 2009

dSLR or Compact Camera?

Lots of my friend are asking me why buy the dSLR when Compact Camera nowadays are already very good. They even said they can match the dSLR with their compact camera. A picture is worth a thousand words, so let's see it.


Photo taken with my Canon Powershot A570IS that retailed at RM1,000 when I bought it 2~3 years ago. I can't get any lights into the camera with Auto mode, so I turned to Manual and set exposure to +0 and ISO200 (the highest ISO with acceptable noise quality). Size: 3074x2304.


Photo taken with my new D90 with kit lens at auto mode. Size: 4288x2848.


The shot is taken at Old Town Kopitiam @ Ipoh. Both cameras White Balance are set at Auto Mode and this is what I get. Notice the lighting and colour? Ok, people that know about photography will argue that D90 looks better because of White Balance and ISO setting. It's auto for white balance, and there is an explanation on different ISO setting also. Lets look at the next photos.


A570IS's photo cropped at 100%


D90's photo cropped at 100%

Even with the different in ISO setting, D90 still able to produce a much much better photo comparing to the compact camera. That's the advantage of bigger sensor size. Everyone knows that dSLR is superb in quality but yet still want to debate over its capability and compare to the Compact Camera.

Let's face it, dSLR is the camera that you will want to take good photos, and Compact is something that you would want for lightweight and easy carry.



Full story of Reason to Buy a dSLR coming soon. Peace =P

Thursday, August 20, 2009

Glad to see you!


In progress Gladiator style woman from the quite brilliant Jeff Gogue.

Wednesday, August 19, 2009

Tips Anti Grogi

Badan gemetar, muka pucat, ngomong gagap dan belibet, wah... kacau! Gara-gara grogi kesempatan emas bisa melayang!

Padahal, basically cuma ada dua penyebab kita suka grogi: gara-gara nggak pede atau gara-gara panik nggak juntrung!

Nggak percaya? Contoh gampang aja deh, grogi di depan cewek. Nggak usah muna lah, biar katanya cowok tuh nggak seribet cewek merhatiin penampilan, tapi begitu kita berhadapan dengan "mahluk manis", pasti jadi lain ceritanya. Dari ujung rambut sampe ujung kaki, dari omongan sampe kelakuan, diperhatiin abis-abisan!

Contoh lain yang gampang juga, kalo disuruh maju ngerjain soal di papan tulis sama Dosen killer! Panik kan? Makanya begitu ditanya-tanyain, wuah... ngomongnya jadi a-a, u-u. Tapi... ah, sudah lah. Ngapain ngomongin panjang lebar soal sebab musabab si grogi muncul. Mending kita siasati aja biar sifat grogian itu hilang, atau minimal bisa ditutupi kali yaa....


• Enjoy aja...
Supaya nggak grogi, biar kata hati kebat-kebit lantaran nggak pede atawa panik, nikmati aja tuh rasa nggak pede dan panik. Kalo dinikmati pasti kita akhirnya jadi ngetawain diri sendiri deh. "Eh, ngapain ya gue kok kemelintingan kayak cacing kepanasan cuma gara-gara tuh cewek merhatiin jerawat di muka gue?" Percaya deh, setelah berhasil ngetawain "ketololan" diri sendiri, selanjutnya dijamin kita bakal bisa bersikap biasa lagi. Soalnya begitu berhasil ngetawain diri sendiri, berarti kita mulai sadar buat keluar dari ketololan itu!


• Self talk
Yang ini khusus buat ngilangin grogi yang disebabkan rasa nggak pede. Biar bisa pede dalam waktu singkat cuma ada satu caranya, puji diri sendiri abis-abisan. Misalnya, "Gue cakep... gue keren... dst." Tapi dalam hati aja ya mujinya, ntar dikatain narsis lagi, sama orang-orang. Hehehe....


• Relaksasi
Kalo yang ini baru buat ngilangin grogi karena panikan! Panikan nggak bakal terjadi kalo kita tenang, dan tenang cuma bisa terjadi kalo kita bisa rileks. Ribet ya? Tapi beneran lho. Cuma sayangnya rileks itu nggak bisa cepet terjadi kalo kita nggak ngebiasain melatih diri buat rileks. Makanya mulai sekarang rajin-rajin deh latihan relaksasi otot dan pernafasan. Biar begitu suatu saat rasa panik menyerang, badan dan pikiran udah otomatis rileks. Kan jadi nggak berlanjut ke grogi tuh?


Tips Nutupin Grogi
• Kurangin ngomong, banyakin senyum
Suara tuh indikator grogi yang paling menonjol selain warna muka yang berubah pucat atau merah, dan badan yang gemetaran. Berhubung pucat atau merahnya muka udah nggak mungkin ditutupin lagi (kalo urusan nutupin gemetaran, coba baca poin berikutnya), ya suara ini deh yang diakal-akalin ditutupin. Caranya apalagi kalo bukan mengirit kata-kata! Supaya makin sempurna, biar kedut-kedutannya bibir nggak keliatan, tebar senyum aja. Okeh?

• Pegang sesuatu
Upss, maksudnya bukan megang badan orang yang ada di depan kita lho. Hhehehe.... Tapi, pegang sebuah barang! Yang kecil-kecil aja, kayak pulpen atau pemantik api gitu. Maksudnya biar energi berlebih yang timbul akibat grogi itu ada tempat pelampiasannya. Kalo nggak ada tempat pelampiasannya kan gemetarannya badan keliatan banget! Daripada badan gemetaran mendingan pulpen yang "gemetaran" bukan?

• Mending duduk daripada berdiri
Ini juga cara nutupin gemetaran badan. Coba deh perhatiin orang yang lagi grogi dalam posisi berdiri dan orang yang lagi grogi dalam posisi duduk, pasti lebih keliatan jelas groginya orang yang dalam posisi berdiri. Makanya, begitu mulain ada rasa-rasa grogi, langsung cari tempat duduk deh.

• Cari pemandangan indah
Bisa orang, bisa benda, bisa apa aja deh. Pokoknya pemandangan yang bisa ngasih efek ngademin hati atau menyedot perhatian. Kalo hati adem, pikiran kan jadi tenang. Kalo kita sibuk merhatiin sesuatu dan lupa sama apa yang tadinya bikin grogi, perasaan juga lebih tenang! (Kid-oest, dari berbagai sumber)

Autis Itu Apa Sih?

Jangan sembarangan nuduh temen autis kalo nggak tahu apa itu autisme. Makanya, baca dulu tulisan ini...

Alkisah, pada tahun 1983, seorang doktor psikiatri bernama Hans Asperger yang dikenal sebagai penemu Asperger’s Syndrome melakukan penelitian terhadap empat bocah yang kelakuannya aneh. Mereka tuh lack of emphaty, cuek banget kalo diajak ngomong (kayak nggak dengar gitu deh!), suka mengeluarkan bunyi-bunyian ajaib yang nggak bisa dimengerti apa maksudnya oleh orang lain, dan kerap mengulang-ulang sebuah gerakan.

“Tapi, anak-anak ini juga jenius,” ujar Pak Asperger. “Mereka sangat cepat menyerap berbagai informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang mereka sukai. Contoh, suka pada pesawat terbang. Seluk beluk pesawat terbang pasti tau dengan detail. Makanya, saya senang menyebut mereka sebagai little professor!”

Walau istilah autis dalam terminologi modern pertama kali diperkenalkan oleh Pak Asperger, tapi autis itu sendiri konon udah ditemukan sejak lama, jauh sebelum istilah autis dibuat. Bukti akan hal ini antara lain bisa diliat dari tulisan Martin Luther (seorang rohaniawan Jerman yang hidup antara tahun 1483 – 1546), yang berjudul Table Talk. Di situ Pak Luther nyeritain tentang seorang anak berumur 12 tahun yang memperlihatkan gejala-gejala autis. Cuma aja, karena Pak Luther belum tau penjelasan ilmiah tentang gejala-gejala autis, dia menyangka kalo tuh anak.... Soulless mass of flesh possessed by the devil! Hehehe….

Lama setelah kepergian Pak Luther, pada tahun 1910 baru ada seorang psikiater asal Swiss yang mengulik soal ini. Psikiater bernama Eugen Bleuler itu menyimpulkan bahwa gejala-gejala tersebut merujuk pada gangguan psikologis: schizophrenia (baca: gila). Pak Bleuler lalu menamai gejala-gejala itu dengan autismus, yang diambil dari kata dari bahasa Yunani: autos (yang berarti self).

Nah, abis Pak Bleuler, muncul Pak Asperger tadi! Pak Asperger yang kala itu merupakan salah satu psikiter di Vienna University Hospital mengadaptasi terminologi autismus versi Pak Bleuler jadi autistic psychopathy (autism = self, psychopathy = personality disease). Cuma dalam perjalanan penelitiannya, Pak Asperger mendapati kalo penderita autis itu nggak gila! Mereka hanya mengalami gangguan perkembangan sel-sel saraf otak yang menyebabkan kelakuannya jadi aneh bin ajaib gitu.

Jadi, Autis Itu Apa?
Autis adalah.... A spectrum of neurodevelopment condition! It’s a part of brain developmental disorder. – (definisi dari Autism Research Center, USA). Simpelnya, seseorang dikatakan menderita autis karena mengalami gangguan perkembangan sel-sel saraf otak yang menyebabkan dia jadi nggak bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain, bahkan dengan orang-orang terdekatnya sekali pun seperti bokap-nyokap serta saudara-saudara kandungnya. Si penderita seolah hidup dalam dunia sendiri dan nggak peduli sama sekali dengan sekeliling!

Kapan tepatnya gangguan itu mulai bercokol? Entahlah.... Yang jelas pada umumnya gejala-gejalanya udah bisa keliatan sebelum penderitanya berumur tiga tahun. Meski, nggak sedikit juga yang baru ketauan setelah penderitanya duduk di bangku TK atau malah SD tahun-tahun awal.

Apa Penyebab Autis?

Susah tuh ngejawabnya! Soalnya, sampe sekarang para ahli belum juga satu suara kalo ngejelasin tentang penyebab autis. Ada ahli yang bilang faktor genetis berperan besar dalam menyebabkan seseorang menderita autis. Sedangkan ahli lain mengklaim autis sebagai cacat bawaan lahir akibat bercokolnya sebuah atau beberapa buah “agent” (contoh: zat beracun dari obat-obatan yang tertransfer dari tubuh bokap-nyokap ke jabang bayi).

Terus, ada lagi ahli yang “nyalahin” vaksin-vaksin yang diberikan pada bayi, terutama vaksin Hepatitis B! Katanya sih, vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles, dan Rubella ) mengandung zat pengawet bernama thimerosal, yang terdiri dari etilmerkuri, yang menjadi penyebab utama autis.

Mana yang paling bisa dipercaya? Tau, aaah....

Gejala-Gejala Autis

1. Nggak bisa membentuk relationship dengan siapapun.

2. Selalu menghindari kontak mata dengan orang lain. Entah itu karena nggak suka, atau emang nggak bisa.

3. Nggak bisa diajak komunikasi dua arah.

4. Kalopun ngomong, bahasa yang dipake oleh penderita autis tuh bahasa “Tarzan”! Nggak ada seorang pun yang ngerti kecuali dia sendiri.

5. Lebih tertarik pada benda mati daripada manusia atau mahluk hidup lainnya. Tapi, benda mati yang disukainya biasanya juga cuma satu. Pokoknya, ke mana-mana itu aja yang dia mainin!

6. Repetitive behavior! Misalnya, suka banget melakukan gerakan berputar-putar seperti gasing. Nanti kalo dilarang, dia bakal ngamuk-ngamuk, bos! Dan kalo udah ngamuk, kalo nggak menyerang orang lain, penderita autis akan menyakiti dirinya sendiri. (Kid-oest, dari berbagai sumber)

Mitos dan Fakta Seputar Situs Pertemanan

Facebook, Tagged, Twitter, Friendster, Plurk... Situs pertemanan emang nggak ada matinya. Tapi tau nggak sih, ada beberapa mitos dan fakta penting yang perlu kamu tahu tentang jejaring sosial ini?


Selain menambah teman, jejaring sosial macam Friendster, Facebook, Twitter, dan Plurk ternyata ada mitos dan fakta-fakta dibelakangnya loh. Nggak percaya? Ini nih beberapa diantaranya.


MITOS!
Rebuilding Human
Apa tuh? Yap, membangun kembali kemanusiaan. Maksudnya adalah bahwa dengan menggunakan situs pertemanan itu pun kita bisa berhubungan dengan manusia lain tanpa tatap muka langsung. Padahal, untuk merasakan diri kita sebagai manusia pun nggak hanya dengan bermodalkan itu aja. So, jangan pernah merasa bangga kalo bisa eksis di situs pertemanan. Karena, apa yang ada di dunia maya itu belum tentu bisa memanusiakan kita seutuhnya. bener ga?!


Hapus Akun, Hak Milik Buat Situs

Pernah dengar ketentuan baru keluaran Facebook mengenai penghapusan akun? Begini, normalnya jika kita menghapus akun kita dari situs itu, otomatis seluruh isi akun nggak akan terdeteksi lagi dong. Namun, ketentuan lain mengenai hal ini adalah, akun yang terhapus pun bisa sepenuhnya jadi milik situs pertemanan yang terkait dan dapat dipergunakan dalam hal apapun. Padahal, nggak sepenuhnya informasi itu bisa dipake sembarangan. Harus ada persetujuan langsung dari pemiliknya. Jadi, nggak usah takut kalo kita mau mengundurkan diri dari situs tersebut, yaa?


Satu Subur, Yang Lain Kabur

Weits, kata siapa kalo Facebook lagi tenar, trus yang lainnya terasa ketinggalan jaman? Intinya, setiap situs pertemanan itu memiliki kelebihannya masing-masing. Terbukti, ada banyak anak pun yang nggak punya akun FB tapi punya yang lain. Untuk mereka yang praktis, biasanya pake Twitter buat ngasih keadaan mereka tiap detiknya. Untuk kita yang hobi bermusik pun, mereka lebih memilih MySpace sebagai sarana utama buat memperkenalkan lagu-lagu mereka ketimbang FB. Jadi, salah besar kalo nggak punya FB nggak gaul! deal??


FAKTA!

Bisa Buat Cari Duit

Bener banget tuh! Yang namanya situs pertemanan bisa aja jadi sarana buat kita mencari duit. Layaknya kalo berdagang di dunia nyata, kita juga bisa berpromosi ria gratis selama masih sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mulai dari jualan perintilan macam tas, buku komik, makanan, sampe jualan mobil bekas pun bisa dilakuin di situs pertemanan lho. Makin banyak teman yang kita punya, makin banyak kemungkinan yang bisa dipromosiin sama mereka. Mulai tertarik berbisnis di dunia maya? Coba aja!


Jangan Porno. Ini beneran!

Yoi, mau itu tulisan, gambar atau hal apapun yang berbau porno, beberapa situs pertemanan macam facebook dengan sigap bakalan ngasih peringatan buat kita. Entah itu berupa tertulis maupun secara langsung dengan menghilangkan konten porno tersebut. Masih nggak percaya? Coba aja di tes langsung, mulai dari memposting tulisan berbau porno, atau mau pamer foto-foto syur. Nggak dalam hitungan hari pun, situs pertemanan macam facebook bakalan menghapus langsung dari akun kita. Jadi, jangan macam-macam yah!


Jejaring Versi Indonesia


Ini nih fakta yang wajib diketahui sama kita-kita. Ternyata, Indonesia juga nggak mau ketinggalan untuk ikut bikin situs pertemanan lho. Mau tau apa aja yang udah beredar di pasaran? Oke, mulai dari temanster, kombes, fupei, sampe digli pun bisa dicoba. Kali aja bisa ikutan turut andil mencintai produk dalam negeri. Siapa lagi yang mau doyan produk negeri sendiri kalo bukan kita, iya nggak Bro?

Prosessor sinting X Box 360 dan PS3

Dua konsol game ini sama- sama pake prosesor berbasis multi core yang merupakan teknologi mutakhir dari prosesor dalam sebuah chip computer. Prinsipnya si pembuat memasukan sebanyak mungkin prosesor ke dalam satu buah chip. Sementara dalam terminology computer prosesor adalah tukang mikir dan menghitung kalkulasi matematika. Bayangin kalo dalam sebuah otak ada jutaan pemikir yang pinter dan berpikir sama cepatnya. Canggih nggak tuh!


PS3 pake prosesor Cell 3.2 giga hertz yang berbasis PowerPc Core dengan 7 unit pemroses yang bekerjasama. Dalam satu chip prosesor besutan Sony-Toshiba-IBM ini ada 234 juta transistor. Sebagai pembanding CPU yang dipake prosesor Pentium Extreme Edition Cuma punya 200 juta transistor dalam satu chip.

Yang bikin cell jalannya cepat adalah bantuan dari elemen pemrosesan data di dalamnya. Cell Cuma berfungsi sebagai prosesor pengatur. Cell mendelegasikan proses perhitungan ke dalam 8 prosesor lain dalam chip. System ini yang di sebut Synergistic prosessing Elements.

X Box 360 pake prosesor multi core PowerPc yang punya 3 inti dual-threaded yang mampu menghandle 6 thread dalam satu waktu. Tiap core prosessor bisa memproses 2 thread secara simultan. Thread adalah sekumpulan intruksi untuk program pekerjaan. Core memproses sejumlah intruksi ini dan melakukan semua kerja berat untuk semua perintah.



Prosessor konvensional Cuma mampu menjalankan satu perintah thread. Bedanya, core X Box 360 bisa menghandle 2 thread sekaligus dalam satu waktu. Makanya CPU X Box 360 sama dengan 6 prosessor konvensional dalam satu mesin.

Ini artinya ketika main game di X Box 360 dan PS3, core di dalamnya ada yang ngurusin suara , ada yang ngurusin game play dan system lain biar game jalannya cepet. System juga dapat mengalokasikan seluruh prosessor untuk ngerender grafis tingkat tinggi. Ini yang bikin game jadi nggak patah- patah ketika di mainin.