Showing posts with label Mystery. Show all posts
Showing posts with label Mystery. Show all posts

Tuesday, May 24, 2011

Macam-Macam Ilmu Pelet

Jika mendengar nama pelet pasti tidak asing dengan istilah aji pengasihan dan susuk, memang istlah istilah tersebut kental dalam ilmu perdukunan, dengan semakin berkembangnya zaman ilmu pelet dalam dunia dukun pun ikut berkembang, sekarang namanya bukan dukun lagi tetapi sebut saja dengan paranormal, kan lebih modern kedengarannya.Ilmu pelet itu merupakan ilmu ajian untuk menarik perhatian lawan jenis, tapi kebanyakan hanya dipakai oleh wanita muda saja.

Persyaratan yang dibutuhkan ternyata lumayan mudah, kita hanya perlu membayar beberapa juta kepada sang paranormal agar susuk dipasang ke bagian tubuh kita, bisa pada bagian bibir, mulut ataupun juga dahi, proses pemasangan akan ditanya terlebih dahulu, pilih yang saikit atau tidak? untuk yang tidak sakit maka bayaran akan lebih mahal, da setelah terpasang susuk berliannya memang ternyata tidak sakit ( menurut kesaksian para pemakai ilmu pelet atau susuk )

Pilihan yang disediakan oleh para dukun ternyata beraneka ragam, seperti toko, ada berlian emas dan juga barang berharga lainnya untuk dipasang di dalam tubuh kita, harga dari masing masng susuk beraneka ragam terhgantung kemantaban dan manjurnya susuk tersebut, susuk atau ilmu pelet hanya dipakai oleh para wanita yang kurang percaya diri dengan kondisi tubuhnya saat ini, padahal jika tubuh terus dirawat dan dilatih akhirnya kecantikan dan kemolekan akan tampak dengan sendirinya kok

Kisah nyata dari tetangga yang menggunakan ilmu pelet, setelah usia mencapai umur sembilan puluhan ternyata tidak bisa mati juga, karena mengalami sakaratul maut yang terlampau lama akhirnya memanggil paranormal untuk mengambil susuk yang tertanam di tangan mbah tersebut, setelah satu hari susuk dicabut maka mbah tersebut meninggal dunia dan dikuburkan di tempat pemakaman terdekat

Nah berikut  ini adalah jenis - jenis ilmu pelet dan cara menghindarinya :
Sebelumnya saya mau menjelaskan , setiap ilmu pelet berlaku apabila si pelaku sudah mengenal korban, dan tidak bisa buat orang yang tidak di kenalnya. Ilmu pelet yang berada di makanan, ini temasuk yang paling bahaya dan jika udah termakan dengan makanan yang telah di beri jampi-jampi pelet itu , maka si korban sulit di sembuhkan dan sifatnya mengakar dalam diri, biasanya para pelaku pelet ini sengaja memberi suatu makanan ( bisanya kue-kue atau nasi ) di sebabkan sesuatu, entah karena iya terlalu cinta , atau karena pernah sakit hati, atau juga . cara untuk menghindari ilmu pelet ini, hindari makanan yang di berikan seseorang yang pernah kita sakiti, atau yang lagi mengejar-ngejar kita, atau ikuti kata hati anda, bisa juga dengan jalan setiap kali ada seseorang yang memberi sesuatu yang tidak biasa , kita ajak beberapa teman bersama menikmati makanan yang di berikan, karena dengan begitu ilmu peletnya akan memudar.

Ilmu pelet melalui air ludah si korban , ini ilmu pelet yang luar biasa hebatnya . ilmu pelet ini banyak di miliki orang mantang (suku laut ) dan sangat sulit di obati, yang saya dengar sekarang ilmu ini sudah merambah kemasyarakat yang bukan suku laut lagi (seperti kita) . cara menghindarinya , jangan pernah melakukan penolakan atau membenci seseorang dengan jalan meludahi dia entah itu karena kita kesal atau apalah lakukan hal yang wajar-wajar saja .

Ilmu pelet yang berasal dari tubuh korban , baik itu rambut, kuku, celana dalam , kotoran, biasanya dengan jalan diasapi, atau disimpan dalam wadah sesuatu tempat dll oleh si pelaku . cara menghindari ini, jangan sepelekan barang-barang pribadi kita berserakan di tempat-tempat yang bisa diambil orang , kalau bekas potongan rambut kita baik di salon atau di rumah , itu tidak masalah karena tidak begitu berbahaya dan tidak bisa dijadikan bahan untuk memelet ,yang bisa jadi bahannya cuma rambut yang bisa si pelaku cabut sendiri dari kepala kita .

Asal Usul Pelet Marongge Sumedang
Pelet Marongge memang dahsyat dan selalu diburu orang yang memerlukan. Pelet ini diyakini paling ampuh dalam memikat asmara lawan jenis. Ritual memperoleh pelet Marongge pun unik. Yakni dengan ziarah di makam Mbah Gabug, lalu berendam di Sungai Cilutung dan membuang pakaian dalam.

Ilmu pelet adalah ilmu yang sering diburu orang. Diantaranya oleh mereka yang sulit bertemu jodoh, usaha selalu rugi dan peruntungan negatif. Dan ilmu pelet Marongge, lebih dikenal sebagai pemikat asmara. Ilmu pelet ini didasar ilmu yang berasal dari Ajian Si Kukuk Mudik, milik Mbah Gabug yang terkenal pilih tanding.

Bila ditelusuri lebih jauh, Ajian Si Kukuk Mudik berasal dari legenda keramat Marongge. Marongge sendiri sebenarnya nama sebuah desa di Kecamatan Tomo, Kab Sumedang. Lokasinya di sebuah bukit yang berada di jalan raya Tolengas dan Cijeungjing, berbatasan dengan Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka dan juga dekat bendungan Jatigede.

Menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak yang cukup menanjak. Seratus meter kemudian terdapat kompleks pemakaman umum Desa Marongge. Di dalamnya terdapat tiga bangunan. Salah satunya paling dikeramatkan karena diyakini kuburan karuhun sebagai ujung dari asal-usul ilmu pelet Marongge. Tiada lain adalah makam Mbah Gabug, Mbah Stayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah.

Setiap hari selalu saja ada yang berziarah ke lokasi ini, kecuali Selasa. Peziarah tampak membludak bila malam Jumat kliwon tiba. Saat itulah ritual nyacap ajian ilmu pelet Marongge dilakukan. Terkadang, pengunjung mencapai ratusan orang. Bahkan suatu kali pernah mencapai seribu orang ketika Jumat kliwon bertepatan dengan bulan Maulud.

Mbah Gabug
Mbah Gabug adalah wanita ayu asal Mataram yang bermukim di Kampung Babakan, dekat Keramat Marongge sekarang. Di sanalah Mbah Gabung dahulu tinggal bersama tiga saudara wanitanya, Mbah Setayu, Mbah Naibah dan Mbah Naidah. Keempat bersaudara ini dianugerahi paras yang ayu. Bahkan kecantikan mereka terkenal ke penjuru negeri. Sehingga tidak sedikit raja, pangeran dan pemuda yang terpikat.

Namun, entah kenapa keempat gadis ayu rupawan ini senantiasa melajang. Dan itu pula yang mengundang rasa penasaran. Tersebutlah seorang raja bernama Gubangkala yang mengutus patih diiringi bala tentara untuk menemui dan melamar paksa Mbah Gabug. Tapi niat buruk itu tercium. Mbah Gabug lalu bersemadi dan mengerahkan segenap kesaktiannya.

Ketika rombongan tiba di gerbang dusun Babakan, mereka semua tertidur karena disirep Mbah Gabug. Tak berapa lama mereka dibangunkan kembali. Sang patih yang congkak, tak menyadari apa yang menimpa mereka dan pasukannya. Ia tetap bersikeras menyampaikan permintaan raja dan meminta Mbah Gabug sudi dipersunting Raja Gubangkala.

Menghadapi kepongahan sang patih, Mbah Gabug tetap tenang. Ia menyatakan bersedia dipersunting Raja Gubangkala, namun dengan satu syarat. Syaratnya adalah Gubangkala sanggup mengembalikan kuku (sejenis buah labu air) yang dibawa arus deras sungai Cilutung yang bermuara di sungai Cideres.

Mendapat tantangan itu, patih kembali menghadap Gubangkala. Sang raja yang angkuh itu pun bersedia meladeni tantangan kekasih hatinya, Mbah Gabug. Di sisi sungai Cilutung, keempat wanita ayu itu menyaksikan kesaktian raja Gubangkala. Mbah Gabug melempar buah kukuk ke sungai dan hanyut dibawa air deras. Gubangkala mengerahkan kesaktian untuk menarik kembali buah kukuk itu sehingga melawan arus.

Namun hingga seluruh kesaktiannya terkuras, buah itu tak kunjung kembali. Ia pun akhirnya mengaku kalah, sambil meminta Gabug untuk menarik buah kukuk yang hanyut itu. Mbah Gabug dengan tenang mengeluarkan lokcan (selendang) yang dijuluki cindewulung itu dan mengibaskannya tiga kali.

Sungguh menakjubkan, seketika buah kukuk yang telah hanyut dibawa arus itu kembali dan akhirnya loncat ke sebuah batu cadas yang berbentuk meja. Hingga kini, batu cadas ini dikenal dengan nama cadas meja dan masih bisa disaksikan di Kampung Parunggawul desa Bonang, Kecamatan Kadipaten, Kab. Majalengka, yang berbatasan dengan lokasi Keramat Marongge berada.

Nama Marongge
Seperti diceritakan kuncen Marongge, Abdul Halim, upaya menaklukkan dan mempersunting Mbah Gabug dan ketiga saudaranya ini terus berulang. Namun mereka selalu menang dan tetap ingin melajang. Konon, itu semua berkat selendang sakti berjuluk Cindewulung. Hingga suatu ketika, Mbah Gabug pergi tanpa pamit. Selama tiga tahun 41 hari Mbah Gabung menghilang.

Ketiga saudaranya mencari-cari hingga sampailah ke suatu hutan lebat. Di sana Mbah Gabug ditemukan dalam keadaan tafakur, bahkan seperti sudah hendak meninggal. Dan pada saat bersamaan, terdengarlah suara gaib. Suara itu memerintahkan tiga adik Mbah Gabung untuk mencari kilaja susu munding (buah mirip melinjo yang bentuknya sebesar pentil kambing). “Buah itu diperuntukkan sebagai obat bagi Mbah Gabug. Mereka pun menemukannya, dan ramuannya diminumkan kepada Mbah Gabug,” tutur Abdul Halim.

Perlahan Mbah Gabug sembuh. Tapi terdengar lagi suara gaib. Kali ini empunya suara memperkenalkan diri dengan nama Haji Putih Jaga Riksa, penunggu Gunung Hade. Kemudian Mbah Gabug menyuruh ketiga adiknya menggali tanah bekas Mbah Gabug dahulu ditemukan terbaring. Setelah selesai, Mbah Gabug masuk ke dalamnya dan memerintah ketiga adiknya untuk menutup lubang dengan rengge (sejenis ranting bambu haur), setelah itu ketiganya disuruh pulang.

Karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan kakaknya, ketiga saudara ini kembali ke tempat itu menjelang tengah malam. Dan mereka sungguh terkejut ketika dari tempat itu terlihat merong (cahaya memancar). Akan tetapi tubuh Mbah Gabug tidak leihatan lagi. Akhirnya nama itu hingga kini disebut Marongge. Berasal dari kata merong dan rengge. Dan sejak itu pula tempat itu dikeramatkan dan dikunjungi banyak orang yang mengalami kesusahan.

Ajian Kukuk
Menurut kuncen Abdul Halim, mendapatkan ilmu pelet Marongge harus dengan mengikuti ritual yang berpuncak pada malam Jumat kliwon. Ritual itu disebut nyacap ajian (cara memperoleh ajian). Biasanya, sejak Kamis siang para peziarah sudah berdatangan. Mereka datang dari berbagai tempat. Menjelang malam mereka melakukan tawasul sambil mengungkap hajat masing-masing di sekitar makam Mbah Gabung dengan dipimpin kuncen.

Saat tengah malam, mereka berbaris dan berjalan menuju Sungai Cilutung. Jaraknya sekitar 400 meter dari makam keramat Marongge. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak melintasi jalan Tolengas-Cijeungjing, menyusuri jalan setapak, hingga mencapai Sungai Cilutung yang lebarnya 50 meter.

Seluruh peserta turun ke sungai yang airnya tidak terlalu dalam. Sambil mandi dan berendam, mereka membaca mantera yang diberi kuncen diiringi ungkapan agar tercapai segala keinginan. Acara berendam ini, kata Abdul Halim, merupakan ritual yang paling penting dalam prosesi mendapatkan ilmu pelet Marongge.

Dan hingga mendekati akhir prosesi, mereka diharuskan melepaskan pakaian dalam, lalu dihanyutkan di sungai itu. Konon, ritual buang pakaian dalam itu sebagai bentuk membuang segala kesialan. Selepas itu, prosesi nyacap ajian ini pun selesai. Ketika keluar dari sungai, para peserta menganggapnya sebagai memasuki babak baru dalam hidupnya. “Ada semacam semangat dan keyakinan yang tumbuh. Kalau ingin jodoh mereka jadi percaya diri,” ungkap Abdul Halim.

Kabarnya, ketika berada di dalam air itu, seseorang yang beruntung kerap menemukan jodohnya seketika di tempat itu pula. Misalnya, entah kenapa tiba-tiba seseorang baik laki-laki atau perempuan bisa berkenalan dengan pasangannya. Dan selanjutnya mereka pun berjodoh. Wallahu ‘alam bissawab.

Monday, May 23, 2011

Seluk-beluk Kitab Primbon Jawa

Primbon Jawa
Primbon, Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah ini. Saat ini istilah primbon sudah makin populer tak hanya di kalangan orang Jawa. Primbon adalah kumpulan ramalan terkait aktivitas manusia.

Kumpulan ramalan ini, terlebih bagi orang Jawa, salah satunya secara umum disandarkan pada hitungan weton (tanggal lahir) orang yang akan diramal. Primbon ini dapat dibagi menjadi bermacam-macam berdasarkan penggunaannya mulai dari primbon mimpi, jodoh, rejeki, primbon pria, primbon wanita dan sebagainya.

Kalau dunia mengenal ramalan dari para tokoh semisal Nostradamus atau Raffaele Bendandi, maka di tanah air yang dikenal ramalan dari buku primbon. Meski banyak buku primbon dan ramalan Jawa dari banyak tokoh, namun ada satu buku primbon yang banyak dirujuk dan konon paling banyak dipakai dan mujarab di kalangan orang Jawa.

Secara makna, primbon merupakan suatu adat kebiasaan atau aturan kepercayaan yang masih hidup dan senantiasa dilestarikan di kalangan masyarakat. Warisan budaya leluhur yang sebenarnya banyak ragamnya. Ada sebuah buku primbon yang komplit dan termasuk langka berjudul Betaljemur Adammakna karya Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat.

Dalam lintasa sejarah, buku primbon ini aslinya milik Sampeyan Dalemingkang sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono ing Ngayogyakarta. Buku sultan Jogja ini lalu ditulis oleh Kanjeng Pangeran Harya Tjakraningrat. Konon, bagi orang jawa, kitab ini adalah induk dari segala primbon setelah serat Centhini. Dari kitab primbon awal Betaljemur Adammakna ini kemudian muncul beberapa turunan kitab primbon berikutnya.

Kitab primbon berikutnya ini antara lain primbon Lukmanul Hakim Adammakna. Kitab turunan ini memuat uraian ilmu yang lebih luas, semisal ada di pembahasan yang diberinama beksan lawung trunojoyo, beksa srimpi renggawati dan srimpi hadiwulangunbronta.

Beksa lawung ini konon menerangkan tentang ulah ilmu asmara. Di srimpi renggawati diterangkan tentangilmu batin/kawruh, asal muasal hidup, ilmu tentang keblat papat limo pancer. Dari sini terciptalah pengetahuan tentang ilmu umur panjang (kawruh) yang termuat di dalam serat yuswa widada. Muncul pula primbon sastragending dan pesatohan salakirabi.

Perhitungan hari perkawinan (ijab kabul manten) berdasarkan keluarnya penganten laki dan berdasarkan perhitungan keblat papat lima pancer, sajen, sarat masrut, pengetahuan tentang asmara gama yang dibahas dalam kama wedha. Primbon obat-obatan yang termuat dalam pokok bahasan triguna usada, rarya usada, jalu usada, wanita usada dan juga rajah-rajah, dan jimat untuk para lelaki.

Sampai saat ini primbon masih banyak digunakan oleh masyarakat Jawa dalam perhitungan ramalan jodoh, perhitungan rejeki dan keselamatan dan berbagai penggunaan lain dalam kehidupan. Anda tertarik untuk menyelami primbon ini? Tak ada salahnya Anda pelajari lebih jauh warisan tradisi kuno dalam bentuk buku dan kitab ini.

Wednesday, May 18, 2011

James Worson, Orang Yang Dikutuk Untuk Berlari Sampai Akhir Zaman

James Worson
James Worson adalah tukang pembuat sepatu yang berasal dari Lemington, Warwickshire, London,Inggris. Tukang sepatu itu sangatlah congkak dan sombong akan kemampuannya berlari cepat dan tubuhnya yang atletis. Pada tanggal 3 September 1873, Worson membanggakan kemampuan berolahraga pada dua orang temannya yang berasal dari kota Lemington.

Ia mengatakan bahwa ia telah beberapa kali lari dari kota yang satu ke kota yang lain dengan jarak yang sangat pendek. Orang-orang Lemington mengetahui akan bakat dari Worson, tapi mereka ingin menguji apakah dia mampu atau tidak. So, akhirnya mereka memberi tantangan kepada Worson untuk berlari dari Lemington ke Coventry. Dan Worson pun menerima tantangan itu.

Mereka memulai ujian itu dengan semangat yang tinggi. Worson dengan baju larinya mengawali lari maratonnya dan 3 orang temannya mengawali Worson dari belakang. Setelah berlari seperempat jarak Lemington-Coventry, Worson tampak tak kenal lelah dan masih berlari seperti biasa.Pelari itu tak pernah lepas dari pandangan teman-temannya sampai pada ia berlari di jalanan tak beraspal, Worson tiba-tiba kesandung dan kemudian terlempar kedepan serta jatuh di atas kepalanya dan hanya mengeluarkan satu jerutan yang sangat tajam. "Itu adalah jeritan paling menakutkan yang pernah saya dengar" kata Wise, teman Worson. Jeritan itu adalah hal terakhir yang mereka ingat tentang Worson tubuhnya seolah-olah tidak menyentuh tanah. Ia lenyap ketika jatuh, tanpa mengenai tanah.

Jalan itu sendiri memberikan bukti yang nyata mengenai apa yang mereka saksikan. Foto yang dibuat burns dari jejak pelari Worson seolah-olah menjadi bekas telapak kaki yang goyah kemudian hilang begitu saja, seperti masuk ke dinding batu. Anjing greyhound, masyarakat setempat, dan polisi melakukan pencarian selama berhari-hari tetapi hasilnya nihil. Kemudian, selama bertahun-tahun terdengar berita bahwa James Worson masih sering muncul berpakaian pelari dijalan yang lengang di sepanjang jalan Lemington-Coventry. Sejak saat itu, dia dikenal sebagai, 'orang yang berlari tanpa akhir hingga akhir zaman'.

Kisah tentang James Worson, membuat seorang jurnalis asal amerika yang bernama Ambose Bierce mebuat cerita pendek tentangnya yang berjudul 'An Unfinished Race' pada tahun yang sama.

Sumber

Saturday, May 7, 2011

Tuyul Bibir Vertikal Jenis Tuyul Yang Paling Banyak Dipelihara Orang

Tuyul Bibir Vertikal adalah jenis tuyul yang paling banyak dipelihara orang, biasanya tuyul ini hidup bersama sang majikan. Yang menarik si tuyul ini di anggap seolah - olah seperti anaknya sendiri. Tidur juga bersama sang majikan. Sehingga tidak jarang si tuyul ini kerap terlihat menyusu (Meminum ASI) dari wanita yang ada dirumah tersebut, entah itu si ibu atau anak gadis dengan di sadari atau tampa di sadari oleh mereka.Oleh karean itu, kadang ada beberapa kasus jika si majikan pemilik tuyul memiliki anak gadis maka tidak jarang si anak gadis terebut tidak laku-laku atau susah mendapatkan jodoh.

Jika si anak gadis dari pemilik tuyul tidak laku lama tidak mendapatkan jodoh, itu lebih karena aura tuyul memperburuk aura positif dari anak gadis tersbut, Aura negatif yang ditimbulkan oleh tuyul tersebut terjadi karena seringnya tuyul ini dekat atau bersentuhan dengan gadis. Disisi lain, kadang si tuyul ini tidak rela jika anak gadis yang tiap malam menemaninya tidur dimiliki orang lain.

si tuyul ini merasa bahwa gadis tersebut adalah kakak yang harus menemaninya setiap saat, atau bahkan memberikan ASI kepadanya sebagai ritual yang harus di lakoni tuyul menjelang tidur. hal ini yang sebenarnya menjadi sebab akan susah dapat jodohnya si anak gadis tersbut

Kebiasaan yang lain adalah tuyul ini sering diajak-ajak jalan-jalan olej majikannya pada sore hari sebelum magrib menjelang, seperti layaknya hewan, tuyul ini diikat dan di ajak berkeliling oleh majikanya. Daerah tempat mereka jalan-jalan biasanya di dekat pasar tradisional. Si majikan duduk menunggu di suatu tempat, sedang si tuyul di biarkan mengembara di pasar tesebut untuk mengambil beberapa lembar uang pemilik para pedagang dan pada saat menjelang adzan magrib mereka akan kembali pulang.

Wednesday, January 5, 2011

Fosil Ular Raksasa Ditemukan Sedang Memangsa Bayi Dinosaurus

Mungkin anda sudah sering mendengar hoax tentang foto ular raksasa di sungai Baleh, Kalimantan. Tapi taukah anda bahwa ular berukuran raksasa memang pernah ada di muka bumi?

Sisa-sisa dari ular yang berukuran cukup besar telah ditemukan di dalam sarang dinosaurus yang berusia 67 juta tahun. Menurut sebuah studi terbaru, Ular itu ditemukan melingkar di sekitar telur dinosaurus yang telah hancur dan di sampingnya hanya tersisa seekor bayi dinosaurus, yang akhirnya diketahui sebagai titanosaurus sepanjang 18 kaki; dinosaurus pemakan tumbuhan yang beratnya bisa mencapai 100 ton.

Ular prasejarah ini ditemukan di Gujarat, India Barat. Panjangnya mencapai 11.5 kaki, dan tidak memiliki rahang lebar seperti ular-ular piton modern manapun.

Seperti dilaporkan Jurnal online, PLoS One, Dr. Jason Head, dari Universitas Toronto, Kanada, mengatakan: "Kehidupan ular-ular primitif tersebut dalam memangsa makanannya dibatasi oleh ukuran rahang mereka, namun evolusi ular dengan ukuran rahang besar di Sanajeh memungkinkan ia memakan segala mangsanya termasuk bayi-bayi dinosaurus."
"Ini merupakan sebuah bukti langsung dari perilaku makan dalam fosil ular primitif yang menunjukkan kepada kita bahwa ekologi dan sejarah awal evolusi ular jauh lebih kompleks dibandingkan yang selama ini kita duga berdasarkan ular-ular moderen."
Ular ini diberi nama Sanajeh Indicus. Pada mulanya ular ini diidentifikasi sebagai sisa dari bayi dinosaurus. Tidak sampai tahun 2001, seorang paleontolog dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, Dr. Jeff Wilson, menguak rahasia pola tulang-belulang dari seekor ular.

"Saya telah menemukan karakteristik tulang belakang seekor ular di sebelah cangkang dan tulang dinosaurus yang lebih besar. Saya tahu ini adalah sebuah spesimen yang luar biasa, sekalipun saya belum dapat menempatkan cerita tersebut sepenuhnya secara besamaan pada saat itu".

Ahli telur dinosaurus Dhananjay Mohabey dari Survei Geologi India menemukan fosil pada ini pada tahun 1987. Sebuah perjanjian resmi dengan Departemen Pertambangan Pemerintah India pada tahun 2004 mengizinkan mereka untuk melakukan studi tambahan, kerja lapangan dan tenaga ahli lainnya untuk masuk ke dalam proyek. Sarang dinosaurus beserta fosil ular yang telah terawetkan dibawa ke University of Michigan Museum of Paleontology untuk memudahkan analisis.

"Sauropoda ini bertelur di sarang yang luasnya mencakup beberapa ratus kilometer, sehingga dinosaurus yang baru menetas akan menjadi seperti bakso siap saji untuk ular ini," tambahnya. "Telur diletakkan di pasir longgar dan tertutup oleh lapisan sedimen yang tipis," kata Mohabey. "Kami berpikir bahwa bayi dinosaurus ini baru saja keluar dari telurnya, dan gerakannya yang menarik perhatian ular."

Dr. Head menambahkan, bahwa berdasarkan situs geologi dan cara di mana fosil itu terawetkan, badai mungkin menyebabkan tanah longsor yang mengubur bayi dinosaurus dan ular tersebut.

Titanosaurus termasuk anggota kelompok hewan berkaki empat yang bertahan hidup pada zaman kapur. Sebagai pemakan tumbuhan berleher panjang, berasal dari genus sauropoda, salah satu hewan terbesar sepanjang masa. Seperti dinosaurus lain, mereka diperkirakan tumbuh besar dengan sangat cepat.

Sanajeh adalah anggota dari kelompok ular yang dikenal sebagai Madtsoiidae. Kelompok ini begitu sukses dan selamat dari peristiwa kepunahan massa yang menghancurkan 65,5 juta tahun lalu dan menghapus semua dinosaurus non-unggas. Bahkan, setidaknya satu anggota kelompok dari jenis ini di Australia - Wonambi naracoortensis, kadang-kadang dijuluki "Pleistocene Serpent" - yang masuk ke awal sejarah manusia.

Sebuah rekonstruksi dari kejadian tersebut diciptakan oleh University of Chicago, yang dirancang oleh Paleoartist (seniman pembuat replika zaman paleolitikum) Tyler Keillor, akan disumbangkan ke Survei Geologi India di sebuah acara formal di Mumbai pada tanggal 12 Maret.

[Sumber : Discoverynews.com]

Saturday, October 16, 2010

Zodiac Killer

The Zodiac murderer is actually the most wanted war criminal Nazi SS Dr. Josef Mengele! Notice of his white coat and big red Anthrax wound in his left hand. CIA murderer known as Dr. Josef Mengele. Steven Rabel deadly Anthrax sent in 2001 “supposedly” about Bush and Cheney! Neo-fascist Christian Corruption With U.S. control Department of Justice of the OSI, the CIA and the FBI are hiding and protecting the Zodiac Zodiac Murderer aka.and same official said two soldiers were arrested near the scene, however, inexplicable crime let him walk to escape justice.

The source and nature of the Hum is a mystery. Many people hear rumors that within the buildings. Hmm some people may also perceive vibrations that can be felt throughout the body. Earplugs are not reported as a decrease in the Hum. Snoring is often perceived more intensely during the reference movie FEW The Blue Dahlia, which was created last year. Despite a massive police investigation (including a separate investigation by the District Attorney’s Office in Los Angeles, which has identified 22 suspects, including Woody Guthrie and Orson Welles), no one has been charged with the murder of Short.

This is not my kind of movie to begin. I like films that only motivation is to “shock” (hello, Faces of Death) is what this movie felt like it. A giant of holding the only players with little credibility as the two girls are horribly murdered in the beginning. Although they are clearly still breathing when he’s supposed to be dead, I think that continuity does not mean much in 1972. I hated it because I offended some of the most legendary in the history of codes and numbers are not cracked a fascinating and frustrating challenge for even the most brilliant cryptographers in the world. Could you head to Beale documents buried treasure? Chaocipher How? We may never know.

Friday, October 1, 2010

Possible Earthlike Planet Found In The Goldilocks Zone of a Nearby Star

Astronomers have announced the discovery of a planet with about three times the Earth’s mass orbiting the nearby red dwarf star Gliese 581. That in itself is cool news; a planet like that is very hard to detect. But the amazing thing is that the planet’s distance from the star puts it in the Goldilocks Zone: the region where liquid water could exist on its surface!

First, a few things: 1) Gliese 581 is a dinky, cool red dwarf about 20 light years away. That’s pretty close as stars go; only a handful are closer. Bear in mind it’s still 200 trillion kilometers (120 trillion miles) away, and that’s still a bit of a drive.

2) The planet is one of six now known to orbit the star [that link goes to a PDF of the journal paper]. Apparently, all the planets have neat, circular orbits, so the system seems to be stable. This new planet takes 37 days to orbit the star once, and orbits at a distance about 1/6 the distance of the Earth from the Sun. As far as we know, it’s the fourth planet from its star.

3) The planets have all been found by the Doppler method: as they orbit the star, they tug on it. This causes a shift in the wavelength of emitted light from the star. The mass of the planet, its distance from the star, and the shape of the orbit all determine how the light shifts, which is how astronomers found those properties of the new planet.

OK, so that’s what we know. Now let me be clear here about stuff we can be fairly sure about. If you’re too close to a star, it’s too hot to support liquid water. If you’re too far, it freezes. This defines a rough region from the star — the Goldilocks Zone, for obvious reasons — where liquid water can exist on the surface of a planet. This depends on the star, of course, but also on other factors like the planet’s atmosphere; Venus could have liquid water, but its super-thick atmosphere produces a runaway greenhouse effect which has heated it to 460° C (900° F). If Mars had a thick atmosphere, it might support liquid water! So the planet itself matters here too.


Gliese 581g, as the new planet is called, is in the zone where the temperature is just right. And with a mass of just three times that of the Earth, it’s unlikely to be a gas giant. However, this does not mean the planet is habitable, or even very Earthlike. It may not even have any water on it at all. For now, we can’t know these things, so beware of any media breathlessly talking about life on this planet, or how we could live there.

There are some things we can speculate on with some solid footing. The orbital period of 37 days puts it pretty close to the star – since the star is a red dwarf, it’s cooler than the Sun, so being closer doesn’t necessarily mean you overheat. But it does mean the star exerts strong tides on the planet, which have the effect of slowing the planet’s rotation until it equals the orbital period. This has almost certainly happened to this planet, so in other words, one day on this planet = one year, and the planet always shows the same face to its star like the Moon does to the Earth.

That makes things a bit dicier for habitability. The side facing the star may get very hot, while the dark side gets very cold. If the planet has an atmosphere that gets mitigated somewhat (the hot air on the day side will flow over to the night side and vice versa, smoothing out the highs and lows in temperature), and may make the planet more clement. However, we have no clue if this planet has an atmosphere at all.

I also want to note that the mass found (3x Earth) is the minimum mass of the planet! It may be more massive, though it’s unlikely to be much more. The Doppler method doesn’t give an exact mass, only a lower limit. That’s frustrating, but that’s the way the math works out.

I’ll note that one of the other planets, Gliese 581d, orbits farther out but if it has a thick atmosphere like Venus it may also be able to support liquid water on its surface. All in all, this could be a very interesting system to study!

But perhaps the most interesting and exciting aspect of all this is what it implies. The Milky Way galaxy is composed of about 200 billion stars, and is 100,000 light years across. The fact that we found a planet that is even anything like the Earth at all orbiting another star only 20 light years away makes me extremely optimistic that earthlike planets are everywhere in our galaxy. 20 light years is practically in our lap compared to the vast size of our galaxy, so statistically speaking, it seems very likely it’s not unique. I don’t want to extrapolate from a data set of two (us and them), but if this is typical, there could be millions of such planets in the galaxy. Millions.

So we don’t know if this planet is all that much like Earth — the surface gravity may be quite high if it’s dense and small, for example, or it may not have any air, or it may have a thick atmosphere like Venus — but what it’s telling us is that smaller, lower mass planets at the right distance from their star for liquid water are almost certainly common in the galaxy. And that’s big enough news for me.

[Source : discovermagazine.com]

Wednesday, September 22, 2010

Malaikat Maut Pencabut Nyawa

Diciptakannya Malaikatul Maut oleh Allah Ta'ala adalah untuk memegang mati (pencabut nyawa). setelah Malaikatul maut itu diberi tugas untuk mencabut nyawa, ia bertanya "Ya Tuhanku, apakah gerangan maut itu? "Maka Allah Ta'ala memerintahkan hijab untuk membukakan diri dan tahulah Malaikat Maut akan kematian. Kemudian Allah berfirman kepada sekalian malaikat " Mendekatlah kamu semua dan lihatlah Malaikatul Maut ini! Setelah semua Malaikat mendekat, Allah berfirman kepada Malaikatul Maut : "Terbanglah di atas mereka dan bentangkan seluruh sayapmu serta bukalah semua matamu!" Ketika malaikatul Maut menuruti semua perintah Allah Ta'ala, sekalian malaikat pun tersungkur dan pingsan selama 1000 tahun.

Ketika para Malaikat telah siuman kembali, mereka bertanya kepada Allah "Ya Tuhan kami, mengapa engkau menciptakan yang lebih besar dari makhluk ini?" Allah berfirman " Aku yang menciptakannya dan Aku lebih besar darinya. seluruh makhluk akan merasakan darinya!" kemudian Allah melanjutkan firmannya: " Ya Izrail cabutan nyawa (mati) telah aku pasrahkan kepadamu untuk mencabutnya!" Izrail bertanya, "Ya Tuhanku, dengan kekuatan apa aku mencabut nyawa, karena sesungguhnya mati itu lebih besar daripada aku".

Kemudian Allah pun memberi kekuatan pada Izrail, untuk mencabut mati, dan digenggamlah mati itu di tangannya. dan maut (mati) itu berkata, "ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memanggil sekali saja seluruh langit!" Allah pun mengizinkannya. Kemudian Maut memanggil seluruh langit dan isinya dengan suara yang keras :

"Aku adalah Maut!. Yang memisahkan tiap-tiap kekasih, Aku adalah maut yang memisahkan anak dengan ibunya! Aku adalah Maut yang memisahlkan saudara laki-laki dengan saudara wanita! Aku adalah Maut yang meramaikan kubur! Meskipun kamu berada di gedung besi yang terkunci rapat, Aku akan memburumu dan menemukanmu. Tidak ada seorang makhluk pun, kecuali akan merasakan aku!"

Sesungguhnya orang-orang kafir & munafik adalah orang-orang yang celaka, ketika maut mendatangi mereka, Malaikat Azab yang hitam mukanya turun di sisi kiri mereka, dengan mata melotot dan dengan memakai pakaian diri siksa(azab). Lalu Malaikat Azab duduk agak jauh dari si kafir, samapai datang malaikat maut, untuk mencabut nyawa orang kafir dan munafik, malaikat maut datang dalam bentuk yang sangat menyeramkan.

Maka berkatalah orang kafir yang telah mati itu, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, agar aku berbuat amalan shalih yang pernah aku tinggalkan. Dan berfirman Allah Ta'ala " Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sedikitpun dan tidak pula mendahulukannya.

Maka dicabutlah nyawa oleh Malaikatul Maut. Jika orang itu beriman, maka ia akan berbahagia. Namun jika orang itu munafik ia akan celaka, karena apa yang diperbuatnya di dunia senantiasa dipoantau dan amalannya ditulis dalam kitab.

Malaikat Maut dan Cara Mencabut Nyawa
Di sebutkan dalam kitab ”As-Suluki” Bahwa Muqatil bin Sulaiman pernah berkata: Malaikat maut itu mempunyai ranjang yang terletak di langit ketujuh, ada yang mengatakan, di langit keempat. Allah Ta’ala menciptakan maut dari cahaya. Ia mempunya 70.000 kaki dan mempunyai 4000 sayap, yang seluruh jasadnya dipenuhi dengan beberapa mata & lisan. Tidak ada seorang pun dari anak turun Adam, burung, termasuk setiap makhluk yang mempunyai nyawa, kecuali dirinya berada dalam kekuasaan malaikat maut.

Ia mempunyai wajah, mata, tangan dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manusia maupun makhluk yang bernyawa lainnya, maka ia mencabut ruh dengan menggunakan tangannya itu. Ia melihat dengan wajahnya tepat pada wajah manusia. Demikianlah cara ia mencabut nyawa para makhluk. Ketika seseorang telah meninggal, maka hilanglah dari jasadnya gambar orang tsb.


Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu di punggung dan satu lagi di telapak kakinya. Dia mengambil nyawa para Nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.

Sebelah kakinya berada di jembatan neraka dan sebelah lagi di Surga. Andaikata dituangkan seluruh laut dan sungai ke atas kepalanya, nescaya tidak akan jatuh walau setiitk airpun ke bumi menunjukkan betapa besarnya jasadnya.

Malaikat Maut telah bertanya kepada Allah SWT tentang cara mencabut nyawa seseorang itu katanya : “Wahai Tuhanku, katakanlah kepadaku bagaimanakah kau hendak mencabut nyawa seseorang itu dan dalam keadaan yang macam mana ?”

Allah SWT menjawab : “Wahai Malaikat Maut, ilmu itu adalah asing sekali. Tiada siapapun yang mengerti kecauli Aku tetapi Aku akan memberitahu kedatangan waktunya kepadamu dan Aku buat tanda-tanda kepadamu yang berdiri padanya”.

Menurut Kabil Akbar katanya : “Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yang mana daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahawa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut".

Setelah itu mereka menyebut orang yang tertulis pada daun tersebut sebagai mayat di langit, padahal dia masih hidup di dunia untuk tempo 40 hari. Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah Arsy pada daun tersebut yaitu sama ada titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

Saturday, August 14, 2010

Ilmuwan Tersadis Yang Pernah Hidup !!

Ilmuwan-ilmuwan ternyata terkenal tidak hanya karena penemuan-penemuannya yang banyak digunakan oleh umat manusia, bukan hanya karena temuannya yang berjasa bagi perubahan yang sangat mendasar dalam sejarah umat manusia. Ilmuwan juga terkenal karena kontroversinya dengan teori yang mereka yakini hingga kegilaannya dengan praktek-praktek yang sangat tidak lazim bahkan menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan.

Charles Darwin misalnya, terkenal karena kontroversi teori Darwinnya yang banyak ditentang. Meskipun teori Darwin belum terbukti benar, sebagian ilmuwan lain sudah berhasil membuktikan kebenaran teori mereka dan menggugurkan bantahan-bantahan yang mereka terima. Namun ilmuwan-ilmuwan berikut adalah ilmuwan gila yang menggunakan segala cara untuk membuktikan kebenaran teorinya:

Vladimir Demikhov: Pencangkokan Anjing Berkepala Dua
Pada tahun 1954, ahli bedah Soviet Vladimir Demikhov, mengungkapkan karya terbesarnya kepada dunia: Seekor anjing berkepala dua. Kepala anak anjing telah dicangkokkan ke leher anjing gembala Jerman dewasa. Kepala kedua akan mendapatkan sisa susu, bahkan tidak perlu makanan karena susu mengalir menuruni leher dari sambungan esofagus. Meskipun akhirnya kedua binatang segera mati karena penolakan jaringan, itu tidak menghentikan Demikhov untuk menciptakan lebih dari 19 lagi anjing berkepala dua selama 15 tahun setelahnya.

Stubbins Ffirth: Demam Kuning Vomit-Minum Dokter
Selama tahun 1800-an, seorang dokter pelatihan di Philadelphia, Stubbins Ffirth, membentuk hipotesis bahwa demam penyakit kuning bukan penyakit menular, dan melanjutkan hipotesisnya dengan melakukan percobaan pada dirinya sendiri. Awalnya dia menuangkan darah terinfeksi ke lukanya yang terbuka dan kemudian mencobanya dengan meminum darah terinfeksi tersebut. Dia tidak jatuh sakit, namun hal ini bukan karena demam kuning tidak menular karena kemudian diketahui bahwa penularannya harus melalui suntikan langsung ke dalam aliran darah, atau biasanya melalui gigitan nyamuk.

Josef Mengele, Malaikat Kematian
Joseph Mengele menjadi termasyhur karena menjadi salah satu dokter SS yang mengawasi pemilihan tahanan yang datang, menentukan siapa yang harus dibunuh dan siapa yang menjadi buruh paksa, dan untuk melakukan eksperimen manusia di kamp tahanan tersebut, diantara orang-orang yang mengenal Mengele sebagai “Malaikat Maut.”

Di Auschwitz, Mengele melakukan sejumlah kajian pada anak kembar. Setelah percobaan selesai, anak kembar ini biasanya dibunuh dan tubuh mereka dibedah. Ia mengawasi sebuah operasi di mana dua anak-anak Gipsi dijahit menjadi satu untuk menciptakan kembar siam, tangan anak-anak menjadi sangat terinfeksi di mana urat-urat mereka telah rusak. Mengele sangat fanatik dengan darah dari anak kembar, terutama yang kembar identik Dia dilaporkan mengambil darah mereka sampai mati.

Quote:
Tawanan Auschwitz Dekel Alex mengatakan:

“Saya tidak pernah bisa menerima kenyataan bahwa Mengele sendiri percaya dia melakukan pekerjaan yang serius – bukan dari cara dia kurang teliti tentang hal itu. Ia hanya menjalankan kekuasaannya. Mengele mengelola sebuah toko daging – bedah utama yang dilakukan tanpa obat bius. Sekali waktu, saya menyaksikan sebuah operasi perut – Mengele menghapus potongan-potongan dari perut, tetapi tanpa obat bius. Di lain waktu, itu adalah hati yang dikeluarkan, lagi-lagi, tanpa obat bius. Saat itu mengerikan. Mengele adalah seorang dokter yang menjadi gila karena ia diberi kekuasaan. Tidak ada yang pernah bertanya kepadanya – kenapa yang satu ini mati?

Johann Conrad Dippel: Frankenstein asli
Johann Conrad Dippel lahir dan besar di kastil Frankenstein, pada 1673 di sebuah tempat di dekat dekat Darmstadt, Jerman. Dia dikatakan sebagai wujud asli dari novel Mary Shelley’s “Frankenstein”, meskipun gagasan itu tetap kontroversial.

Setelah mempelajari teologi, filsafat dan alkimia, ia menciptakan minyak binatang yang terbuat dari tulang, darah dan berbagai produk-produk hewani lainnya, yang dikenal sebagai Minyak Dippel yang diharapkan menjadi setara dengan mimipi para alkemis tentang “obat mujarab kehidupan.” Dikatakan bahwa beberapa bagian dalam karyanya ini termasuk mendidihkan beragam bagian tubuh dalam tong-tong besar untuk membuat semacam ramuan orang gila. Dippel dikenal sebagai penemu bahan kimia sintetis bernama Prussian Blue. Ia mengklaim pernah menciptakan cairan hidup abadi. Kabarnya, percobaannya itu terinspirasi oleh karakter yangs sesuai dengan nama kastil tempat ia lahir, Franskenstein.

Giovanni Aldini: Percobaan Listrik Pada Mayat
Aldini adalah keponakan Luigi Galvani. Pamannya menemukan konsep galvanisme, saat melakukan percobaan dengan arus listrik pada kaki katak. Aldini mencoba melanjutkan percobaan tersebut lebih lanjut. ldini melakukan percobaan pada mayat. Di depan audiens, ia melakukan eksperimen pada tahanan yang dihukum gantung, George Forster. Dia menerapkan batang konduktor penghantar listrik pada rektum, hingga tahanan tersebut mulai meninju udara, dan kakinya mulai menendang dan tersentak. Batang yang diterapakan pada wajah membuat mayat itu mengepalkan dan gemetar. Mata kirinya terbuka. Dan beberapa orang yang hadir takut mayat itu hidup kembali, dan jika benar maka ia harus kembali dieksekusi. Satu orang penonton begitu ketakutan, dan tak lama setelah meninggalkan area tersebut, dia dilaporkan meninggal.

Jauh sebelum Vladimir Demikhov, percobaan gila Bruyukhonenko pada anjing mengarah pada prosedur pengembangan jantung terbuka. Ia mengembangkan mesin kasar yang disebut autojektor (jantung dan paru-paru mesin). Dengan menggunakan mesin primitif ini, Bryukhonenko menjaga beberapa kepala anjing tetap hidup. Pada tahun 1928, ia menunjukkan salah satu kepala di depan penonton. Untuk membuktikan itu nyata, ia memukul-mukul palu di atas meja. Kepala itu tersentak. Ketika mata kepala anjing itu disinari cahaya, matanya berkedip. Dan ketika diberi makan sepotong keju, sisanya segera keluar dari kerongkongan, yang membuat banyak penonton terpukau namun juga jijik dan tidak senang.

Andrew Ure: Jagal Skotlandia
Andrew Ure, meskipun banyak prestasi sebagai dokter Skotlandia, dia lebih terkenal selama empat percobaan yang dilakukan pada Matius Clydesdale pada 4 November 1818. Percobaan pertama melibatkan insisi di tengkuk. Bagian dari vertebra dihilangkan. Sebuah insisi kemudian dibuat di pinggul kiri. Kemudian potongan dibuat di bagian tumit. Dua batang yang terhubung dengan baterai ditempatkan di leher dan pinggul, yang menyebabkan kejang-kejang tak terkendali. Batang kedua kemudian ditempatkan di tumit, dimana kaki kiri menendang dengan begitu kuat, sehingga hampir membuat roboh asistennya. Percobaan kedua membuat diafragma dari dada Forster naik turun, seolah-olah ia bernapas lagi.

Ure telah melaporkan bahwa selama darah Forster tidak dikeringkan, atau lehernya tidak putus, ia yakin ia bisa menghidupkannya kembali. Percobaan ke-3 menunjukkan ekspresi wajah yang luar biasa yang ditunjukkan ketika Ure membuat sayatan di dahi Forster. Batang itu dimasukkan, dan wajah Forster mulai menunjukkan emosi kemarahan, horor, putus asa, kesedihan, dan mengerikan, berkerut tersenyum. Ekspresi takut dari pemirsa begitu parah sehingga satu dokter pingsan di tempat. Percobaan akhir membuat orang-orang percaya bahwa Forster memang hidup. Potongan juga telah dibuat di telunjuk. Ketika batang itu dimasukkan, Forster mulai mengangkat tangannya dan menunjuk orang-orang di antara para penonton. Tak perlu dikatakan, banyak penonton yang histeris.

Shiro Ishii: Dokter Iblis Sejati
Ishii adalah seorang ahli mikrobiologi dan letnan jenderal Unit 731, sebuah unit perang biologis Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Sino-Jepang. Ia dilahirkan di bekas Desa Shibayama Kabupaten Sanbu di Prefektur Chiba, dan belajar kedokteran di Universitas Kekaisaran Kyoto. Pada 1932, ia memulai eksperimen pendahuluan dalam perang biologis sebagai proyek rahasia militer Jepang. Pada tahun 1936, Unit 731 terbentuk. Ishii membangun sebuah senyawa besar – lebih dari 150 gedung-gedung lebih dari enam kilometer persegi – di luar kota Harbin, Cina.

Beberapa dari sekian banyak kekejaman yang dilakukan oleh Ishii dan yang lain di bawah komandonya di Unit 731 meliputi: pembedahan makhluk hidup hidup orang (termasuk wanita hamil yang dihamili oleh dokter), tahanan dengan kaki diamputasi dan dipasang ke bagian lain dari tubuh mereka, sejumlah tawanan dibuat beku anggota tubuhnya dan dicairkan untuk mempelajari hasil gangren yang tidak diobati. Manusia juga digunakan sebagai kasus uji hidup untuk pelempar granat dan nyala api.

Tahanan disuntik dengan inokulasi penyakit, dengan disamarkan sebagai program vaksinasi, untuk mempelajari efek mereka. Untuk mempelajari efek penyakit kelamin yang tidak ada obat, tawanan laki-laki dan perempuan sengaja diinfeksi dengan sifilis dan gonore melalui perkosaan, lalu dipelajari. Setelah diberikan kekebalan oleh Otoritas Pendudukan Amerika pada akhir perang, Ishii menghabiskan waktunya dalam penjara untuk kejahatannya dan meninggal pada usia 67 akibat kanker kerongkongan.

Friday, August 13, 2010

Popobawa Setan Gay Yang Berasal Dari Afrika

Alam ilmu kesetanan demonology ada setan yang dikabarkan suka berhubungan seks dengan manusia. Succubus (setan wanita yang berhubungan seks dengan pria) dan incubus (setan pria yg berhubungan seks dengan wanita). Kabarnya, succubus dan incubus sangat cantik dan ganteng sukar ditolak sehingga korban akan jatuh ke pelukan mereka.

Dari benua Afrika, Zanzibar, ada cerita 'nyata' tentang Popobawa. Popobawa adalah setan berwujud pria cebol bermata satu (cyclop),bersayap kelelawar, bertelinga lancip, berkuku tajam, dan berpenis besar!( good for woman, hell for men ) Nama popobawa sendiri berarti manusia kelelawar. Popobawa disebut sebagai incubus versi gay - setan pria yang berhubungan seks dengan pria. Banyak pria melaporkan diperkosa Popobawa. Insiden terakhir terjadi tahun 2007.

Mjaka Hamad adalah pria 50th yang menjadi korban Popobawa. Kejadiannya terjadi tahun 1995. Banyak yang ragu akan cerita ini tapi keluarga Mjaka menjadi saksinya. Inilah pengakuan Mjaka:

"Aku tak bisa melihatnya. Aku cuma bisa merasakan. Tapi beberapa orang keluargaku bisa melihatnya, Semua ketakutan, Mereka berteriak Huyo! yg berarti Popobawa telah datang. Dadaku kesakitan, tempat di mana Popobawa mendudukiku. Aku tak percaya pada roh. Mungkin karena itu dia menyerangku. Dia menyerang mereka yang tidak percaya kepadanya."


Mjaka cuma salah satu korban dari sekian korban pria yang mengaku disodomi Popobawa. Rumah sakit Zanzibar pun kebanjiran pasien. Rata2 memiliki luka memar di bagian dada (rusuk patah) dan lebam2. Penduduk pun takut tidur di dalam rumah sebab Popobawa cuma memerkosa pria yang tidur di ranjang. Pria non-Muslim menggunakan lotion dari lemak babi agar Popobawa tidak bisa mencengkeram badan mereka.

Popobawa memang tidak bisa terlihat mata. Tanda2 kedatangannya bisa ditebak dari suara cakar di atap yang disertai bau menyengat. Popobawa hanya bisa dilihat oleh korbannya yang tidak menunjukkan rasa takut. Konon, pria berjari runcing, dia adalah jelmaan Popobawa.( jangan-jangan guru saya popobawa (jarinya runcing panjang)..

Popobawa paling sebal jika mengetahui ada pria yang tidak percaya bahwa dia nyata. Kekesalan itu akan dilampaiskan dengan menyodomi pria itu berjam-jam sampai dia kapok. Korban juga dipaksa untuk menceritakan kejadian pemerkosaan itu pada keluarga dan temannya. Kalo tidak, Popobawa akan kembali memerkosanya. Menurut legenda, Popobawa adalah jin yang 'tersesat' ke jalan setan. Ada seorang sheikh dari Arab yg marah dengan para tetangganya. Lalu dia melepas jinnya untuk meneror mereka. Tapi jin itu lalu lepas kendali dan berubah menjadi Popobawa.

Thursday, June 17, 2010

Misteri Pulau Easter

Pelaut pertama Eropa yang mendarat di pulau Easter pada awal abad ke delapanbelas hampir-hampir tidak dapat mempercayai penglihatannya sendiri. Di bagian dunia yang kecil ini, 2.350 mil dari pantai Chili, mereka melihat ratusan patung besar-besar tersebar di seluruh pulau. Gunung yang besar-besar diubah bentuknya, batu vulkanis yang bagaikan baja dipotong-potong bagaikan memotong mentega layaknya dan 10.000 ton batu karang besar-besar bertebaran di mana-mana.

Ratusan patung besar di antaranya ada yang tinggi nya antara 33 sampai 66 kaki dan beratnya kurang lebih 50 ton, selamanya menatap muka para pengunjung masa sekarang, seolah-olah menantang, bagaikan robot yang sedang menanti untuk digerakkan lagi.Semua raksasa ini memakai topi, tetapi topi-topi inipun tidak banyak membantu menjelaskan dari mana asalnya patung-patung ini. Batu untuk topi-topi itu yang beratnya ada yang lebih dari sepuluh ton satu balok letaknya jauh dari bagian badannya. Di samping itu, topi tersebut harus dikerek ke atas setinggi masing-masing patung.

Ketika itu ditemukan juga lembaran-lembaran sejarah dari kayu bertuliskan huruf Mesir Kuno.Tetapi sekarang tidaklah mungkin untuk menemukan lebih dari fragmen-fragmen lembaran sejarah itu di semua musium di dunia ini. Dari yang masih ada itu tidak ada satupun yang sudah diterjemahkan. Menurut penyelidikan Thor eyerdahl, raksasa-raksasa misterius ini berasal dari tiga zaman. Yang tersempurna dari tiga kebudayaan itu ialah yang tertua. Heyerdahl menetapkan sisa-sisa orang kayu yang ia temukan berasal dari tahun 400 sesudah masehi. Masih belum dapat dibuktikan sampai sekarang, apakah tempat-tempat perapian dan sisasisa tulang ada hubungannya dengan patung raksasa itu. Heyerdahl menemukan ratusan patung yang belum selesai di dekat tebing batu karang dan dekat pinggiran kawah. Ribuan perkakas terbuat dari batu, berserakan di mana-mana, seolah-oleh pekerjaan telah ditinggalkan secara mendadak.


Pulau Easter letaknya jauh dari benua mana pun, atau dari peradaban apapun. Penduduk aslinya lebih mengenal bulan dan bintang-bintang dari pada penduduk negara mana pun. Di atas pulau kecil yang berbatubatu vulkanis ini, tidak tumbuh sebatang pohonpun. Di sinipun sudah tentu keterangan bahwa batu-batu raksasa diangkut ke sana dengan jalan mendorongnya di atas kayu-kayu gelondongan tidak berlaku. Di samping itu, pulau Easter ini hampir tak mungkin dapat memberi makan penduduknya yang pada waktu itu di taksir 2000 jiwa. Sekarang di pulau itu terdapat beberapa ratus orang penduduk.

Impor sandang pangan untuk keperluan tukang-tukang batu di waktu itu hampir tak masuk akal. Kalau begitu siapa yang memotong batu untuk patung dan siapa yang memahatnya, mengukirnya, dan siapa yang mengangkutnya ke tempat sejauh bermil-mil tanpa gelondongan? Bagaimana menghiasnya, memolesnya, dan mendirikannya? Bagaimana cara memasangkan topi yang didatangkan dari berbagai tempat itu? Karena kurangnya tenaga kerja di pulau Easter, maka sistem “holopis-kuntul baris” yang di praktekkan di Mesir terhadap ratusan ribu tenaga kerja dalam pembangunan piramida, tak dapat kita bayangkan kemungkinannya. Bahkan 2000 orang yang bekerja siang dan malam pun, tak akan cukup untuk memahat patung-patung raksasa ini dari batu-batu vulkanis yang keras bagaikan baja ‘dengan perkakas yang sangat sederhana. Harus diingat pula bahwa sedikitnya sebagian dari penduduk harus mengolah tanah yang tandus itu, harus mencari ikan, harus menenun pakaian dan membuat tali. Jadi, patung-patung raksasa itu tak mungkin telah dibuat oleh 2000 orang penduduk pulau itu.


Jumlah penduduk yang lebih besar dari itu, tak masuk akal di pulau Easter. Lalu siapa gerangan yang telah menyelesaikan pekerjaan itu? Dan bagaimana caranya? Dan mengapa patung-patung itu didirikan di sekitar pinggiran pulau?. Mengapa bukan di pedalamannya?. Peribadatan apakah yang dilaksanakan orang dengan patung-patung itu? Sangat disayangkan, bahwa para pembawa kabar injil dari Eropa pun tak dapat membantu menyingkap tabir kegelapan pulau itu. Mereka telah membakar lembaran sejarah yang bertuliskan huruf-huruf Mesir Kuno; mereka melarang peribadatan kuno, penyembahan patung-patung itu, dan menghapuskan segala jenis tradisi. Namun demikian, sebagai orang-orang soleh, mereka tak dapat melarang penduduk asli menyebut pulau itu “Tanah Manusia Burung”. Sekarang pun pulau itu disebut demikian. Dongeng rakyat yang diceri terakan dari mulut ke mulut turun-temurun, mengatakan bahwa di zaman purbakala, manusia bersayap mendarat dan menyalakan api di sana. Dongeng ini diperkuat oleh patung-patung makhluk terbang bermata besar dan menatap. Mau tak mau kita akan menghubung-hubungkan pulau Easter ini dengan Tiahuanaco. Di Tiahuanaco seperti juga halnya di Easter terdapat patung raksasa batu yang stylenya sama.

Baik di Tiahuanaco maupun di Easter, patung-patung itu berwajah angkuh tetapi sabar. Ketika Francisco Piqarro mewawancarai orang-orang Inca tentang Tiahuanaco dalam tahun 1532, mereka mengatakan, tiada seorangpun pernah melihat keamanan. Kota itu porak-poranda karena Tiahuanaco di bangun di waktu malam dalam sejarah umat manusia. Pulau Easter dalam hikayat-hikayat disebut “pusat dari dunia”. Jarak antara Tiahuanaco dan pulau Easter ialah 3.125 mil. Bagaimana mungkin kebudayaan Tiahuanaco mengilhami kebudayaan pulau Easter atau sebaliknya ? Barangkali mitologi pra Inca dapat memberikan petunjuk-petunjuk. Menurut mitologi ini, dewa pencipta bernama Viracocha, adalah seorang dewa utama purbakala.

Menurut hikayat, Viracocha menciptakan makhluk dunia ketika dunia ini belum mempu nyai matahari masih gelap gulita. Ia mencipta dan memahat suatu ras raksasa dari batu, dan karena raksasaraksasa ini mengecewakan Viracocha, maka ditenggelamkannya semua raksasa itu ke dalam suatu air bah yang dalam. Kemudian ia terbitkan matahari dan bulan di atas Danau Titicaca, sehingga dunia menjadi terang benderang, ya, kemudian bacalah ini dengan teliti: Ia membentuk manusia dan binatang dari tanah liat di Tiahuanaco dan memberinya nyawa. Kemudian ia mengajar makhluk-makhluk hidup ciptaannya ini; bahasa, adat istiadat, dan kesenian. Akhirnya ia terbangkan sebagian di antaranya ke berbagai benua, yang ia harapkan untuk dihuni oleh makhluk- makhluk hidup itu. Setelah itu dewa Viracocha disertai dua orang pembantunya mengadakan kunjungan ke berbagai negara untuk mencek apakah instruksi-instruksinya dilaksanakan dan bagaimana hasilnya.

Dengan menyamar sebagai orang tua, Viracocha berkelana di atas pegunungan Andes sepanjang pantai, di mana ia sering tidak disambut dengan baik. Suatu waktu di Cacha, ia demikian kecewa terhadap penyambutan dirinya sehingga ia marah dan membakar suatu tebing batu karang, dan tak lama kemudian membakar seluruh negeri. Kemudian orang-orang yang tak mengenal rasa syukur memohon pengampunannya.Viracocha menerima dan memadamkan api itu hanya dengan satu gerak isyarat. Viracocha meneruskan perjalanannya,memberikan instruksi-instruksi,dan nasehat-nasehat. Sebagai hasil dari kunjungan dan instruksinya itu, banyak kuil yang didirikan baginya. Akhirnya di pantai profinsi Manta ia mengucapkan selamat tinggal dan menghilang dengan mengendarai gelombang-gelombang di atas samudra, tetapi bermaksud akan kembali lagi suatu waktu.

Para pemenang perang dari Spanyol, yang menaklukkan Amerika Tengah dan Selatan mendengar hikayat Viracocha itu di setiap daerah yang ditaklukkannya di mana sebelumnya mereka tak pernah mendengar ceritera tentang orang-orang kulit putih bertubuh raksasa yang datang dari suatu tempat di udara. Cukup mengherankan, mereka belajar mengenal suatu ras keturunan matahari yang mengajar segala jenis seni kepada umat manusia dan kemudian lenyap kembali. Dalam segala hikayat yang pernah didengar orang-orang Spanyol, ada kepastian bahwa putera-putera matahari ini akan datang kembali. Sekalipun benua Amerika itu tempat kebudayaan purbakala, namun pengetahuan kita tentang Amerika hanya sampai 1000 tahun ke belakang. Bagi kita masih tetap merupakan suatu rahasia, mengapa pada tahun 3000 sebelum masehi orang orang Inca menanam kapas di Peru, padahal mereka tidak mempunyai perkakas tenun dan tidak mengetahui teknik bertenun. Orang Maya membuat jalan, tetapi tidak pernah menggunakan kendaraan beroda sekalipun mereka mengetahui bagaimana membuatnya.

Kalung lima untai dari permata hijau yang fantastis itu, yang terdapat dalam piramida pusara dari Tikal di Guatemala itu pun merupakan sesuatu yang ajaib. Disebut ajaib karena permatanya berasal dari negeri Cina. Patung-patung dari Olmec pun luar biasa. Patung-patung yang kepalanya berhelm indah itu, hanya dapat di kagumi di tempat mana dia ditemukan; karena beratnya luar biasa, tak akan ada satu jembatan pun yang dapat menahannya dalam pengangkutan patung itu ke salah satu musium. Kita hanya dapat mengangkat monolit-monolit kecil yang beratnya hanya lima puluh ton atau kurang, itupun harus dengan alat-alat angkat dan angkutan yang paling mutakhir. Alat-alat teknik yang kita miliki sekarang ini akan berantakan bila digunakan untuk mengangkat dan mengangkut muatan yang beratnya ratusan ton seperti patung-patung itu. Tetapi nenek-moyang kita dapat mengangkut dan mengukir batu-batu itu. Bagaimana ya? Malah nampaknya seolah-olah orang purbakala itu gemar sekali menyulap patung raksasa itu melintasi bukit dan lembah. Orang-orang Mesir purbakala mengambil batu tugunya dari Aswan, para arsitek dari Stonehenge mengambil balok-balok batunya dari Wales dan Malborough, tukang batu dari pulau Easter mengambil batu untuk patung-patung raksasanya dari tambang galian yang jauh dari tempatnya sekarang.

Tiada seorang pun sekarang mengetahui dari mana asalnya sebagian dari monolit-monolit di Tiahuanaco. Nenek moyang kita itu tentunya orang-orang aneh. Mereka senang sekali membuat barang-barang yang bagi mereka sendiri sukar. Mereka selalu mendirikan patung di tempat-tempat yang paling sulit baginya. Apakah mereka menyukai kehidupan yang berat? Saya tidak percaya bahwa para artis dari masa silam kita pernah berbuat sebodoh itu. Sebenarnya mereka dapat dengan mudah mendirikan patung dan kuil-kuil itu di dekat tambang galian batunya, jika tradisi kuno tidak mengharuskan mendirikannya di tempat yang patut untuk itu. Juga saya yakin bahwa benteng orang-orang Inca di Sacsakuaman yang dibangun di atas Cuqqo, tidak secara kebetulan, melainkan karena tradisi mereka menentukan bahwa tempat itu merupakan tempat suci.


Saya juga yakin bahwa di tempat mana ditemukan bangunan monumen yang paling kuno, di sana akan terdapat peninggalan peninggalan paling menarik dan paling penting; belum terjamah, ada di bawah tanah; yakni peninggalan yang mungkin penting sekali bagi kelanjutan perkembangan dalam bidang penerbangan ruang angkasa masa kini. Angkasawan-angkasawan yang tak di kenal itu pasti berpandangan lebih jauh daripada kita sekarang. Mereka yakin bahwa pada suatu waktu orang akan terbang menuju alam semesta atas inisitatifnya sendiri dan menggunakan kemahirannya sendiri. Adalah suatu fakta sejarah yang sudah diketahui umum, bahwa para cendekiawan kita selalu mencari orang-orang yang mempunyai perhatian yang sama, mencari rekan sesama cendekiawan di dalam kosmos. Pemancar-pemancar masa kini sudah mulai mengirimkan pulsa-pulsa radio pertama kepada cendekiawan yang belum kita kenal. Kita masih belum mengetahui kapan kita mendapat jawaban; sepuluh, limabelas atau serutus tahun lagi.

Bahkan kita tidak mengetahui ke bintang mana harus kita tujukan pesan kita itu, karena kita tidak mengetahui planet mana yang paling banyak menaruh perhatian kepada kita. Di manakah isyarat-isyarat kita itu akan diterima oleh cendekiawan yang serupa dengan manusia? Kita tidak tahu, Namun demikian banyak hal yang memperkuat dugaan kita bahwa informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kita ada di bumi kita sendiri. Kita sedang berusaha sekuat tenaga untuk menetralisir daya gravitasi. Kita sedang membuat eksperimen dengan partikelpartikel elementer dan Antimatter. Apakah kita telah cukup banyak berbuat untuk menemukan data yang terpendam dalam bu mi kita, sehingga kita akhirnya dapat menentukan tanah asal kita ? Kalau kita perhatikan segala sesuatu itu dengan sungguh-sungguh, banyak hal yang dulu sulit cocoknya dengan mosaik masa lampau kita itu; sekarang malah menjadi masuk akal.

Bukan saja petunjuk-petunjuk yang relevan dalam naskah-naskah purbakala, melainkan juga “fakta-fakta kuat” yang terdapat di seluruh pelosok bumi membuka dirinya terhadap pandangan kritis. Akhirnya, kita mempunyai alasan untuk berpendapat demikian. Oleh karena itu, wawasan manusia itu akhirnya menyadari bahwa dasar kebenaran eksistensinya sampai sekarang dan segala perjuangannya untuk maju benar-benar harus belajar dari masa silam supaya ia dapat menyiapkan diri untuk mengadakan hubungan dengan eksistensi di ruang angkasa. Sekali hal itu terjadi, maka individualis yang paling cerdik dan paling tangguh harus mengerti bahwa segenap tugas umat manusia itu ialah me nempati alam semesta, dan segenap tugas rokhaniah manusia terletak dalam pengabdian dari seluruh usahanya dan pengalaman praktisnya.

Dengan demikian, janji para “dewa” bahwa damai di bumi dan bahwa jalan ke sorga terbulka, dapat menjadi kenyataan. Apabila wewenang kekuasaan dan intelek yang ada diabdikan kepada penyelidikan ruang angkasa, maka hasil-hasilnya akan membuat kemustahilan perang di bumi menjadi terang. Apabila semua ras, semua orang, semua bangsa bersatu dalam tugas supranasional, yakni untuk membuat perjalanan ke planet-planet yang jauh menjadi teknis yang dapat dilaksanakan, maka bumi ini dengan segala problema-problema mininya akan kembali ke dalam hubungannya yang benar dengan proses-proses kosmis. Para akhli ilmu gaib boleh mematikan lampu gaibnya, para alkemi boleh menghancurkan cawan-cawannya, perhimpunan-perhimpunan persaudaraan rahasia boleh mencopot topi-topinya.

Sekarang sudah tidak mungkin lagi untuk mengibuli orang-orang yang sudah bertahun-tahun dibohongi Sekali alam semesta membuka pintunya, kita akan mendapat masa depan yang lebih baik. Saya mendasarkan alasan saya untuk meragukan interpretasi tentang masa silam kita yang jauh pada pengetahuan yang telah ada sekarang. Jika saya mengakui bahwa saya skeptis atau ragu-ragu, maka yang saya maksudkan dengan kata skeptis itu ialah seperti yang diartikan oleh Thomas Mawn dalam ceramahnya pada tahun dua puluhan: “Hal yang positif tentang skeptis ialah, bahwa ia menganggap segala sesuatu mungkin.

[Sumber : unknown]

Tuesday, June 8, 2010

Misteri Dibalik Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau . Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.


Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Sedangkan saat masa jepang berubah lagi dengan berbentuk klenteng dan ketika Indonesia Merdeka berubah menjadi rumah adat Minangkabau.

Setiap hari ratusan warga berusaha di lokasi Jam Gadang. Ada yang menjadi fotografer amatiran, ada yang berjualan balon, bahkan mencari muatan oto (kendaraan umum) untuk dibawa ke lokasi wisata lainnya di Bukittinggi.

“Jam Gadang ini selalu membawa berkah buat kami yang tiap hari bekerja sebagai tukang foto dan penjual balon di sini. Itu sebabnya jam ini menjadi jam kebesaran warga Minang,” ujar Afrizal, salah seorang tukang potret amatir di sekitar Jam Gadang.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.

Lebih Jauh Tentang Jam Gadang:
Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, ditopang basement, dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Bahkan uniknya lagi, kadang muncul pertanyaan apakah ini sebuah patron lama dan kuno atau kesalahan serta atau atau yang lainnya.

Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.

Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Sekarang balik lagi ke angka Romawi empat, apakah pembuatan angka empat yang aneh itu disengaja oleh pembuatnya, juga tidak ada yang tahu. Tapi yang juga patut dicatat, bahwa Jam Gadang ini peletakan batu pertamanya dilakukan oleh seorang anak berusia enam tahun, putra pertama Rook Maker yang menjabat controleur Belanda di Bukittinggi ketika itu.

Ketika masih dalam masa penjajahan Belanda, bagian puncak Jam Gadang terpasang dengan megahnya patung seekor ayam jantan. Namun saat Belanda kalah dan terjadi pergantian kolonialis di Indonesia kepada Jepang, bagian atas tersebut diganti dengan bentuk klenteng. Lebih jauh lagi ketika masa kemerdekaan, bagian atas klenteng diturunkan diganti gaya atap bagonjong rumah adat Minangkabau.

[Sumber : kaskus.us]

Tuesday, June 1, 2010

Misteri retakan di Bulan

Terlampir adalah foto bulan dari koleksi NASA. Semoga hal itu akan semakin menyempurnakan keyakinan kita terhadap kekuasan Allah (SWT) dan kerasulan Nabi Muhammad (SAW).

Dalam Bukhari dan Muslim, juga dalam kitab-kitab hadist yang terkenal lainnya, diriwayatkan bahwa sebelum Rasulullah (SAW) hijrah, berkumpullah tokoh-tokoh kafir Quraiy, seperti Abu Jahal, Walid bin Mughirah dan Al 'Ash bin Qail.

Mereka meminta kepada Nabi Muhammad (SAW) untuk membelah bulan. Kata mereka, "Seandainya kamu benar-benar seorang nabi, maka belahlah bulan menjadi dua."

Rasulullah (SAW) berkata kepada mereka, "Apakah kalian akan masuk Islam jika aku sanggup melakukannya?"

Mereka menjawab, "Ya." Lalu Rasulullah
(SAW) berdoa kepada Allah agar bulan terbelah menjadi dua. Rasulullah (SAW) memberi isyarat dengan jarinya, maka bulanpun terbelah menjadi dua. Selanjutnya sambil menyebut nama setiap orang kafir yang hadir, Rasulullah (SAW) berkata, "Hai Fulan, bersaksilah kamu. Hai Fulan, bersaksilah kamu."

Demikian jauh jarak belahan bulan itu sehingga gunung Hira nampak berada diantara keduanya. Akan tetapi orang-orang kafir yang hadir berkata, "Ini sihir!" padahal semua orang yang hadir menyaksikan pembelahan bulan tersebut dengan seksama.

Bulan terbelah

Atas peristiwa ini Allah (SWT) menurunkan ayat Al Qur'an: " Telah dekat saat itu (datangnya kiamat) dan bulan telah terbelah. Dan jika orang-orang (kafir) menyaksikan suatu tanda (mukjizat), mereka mengingkarinya dan mengatakan bahwa itu adalah sihir." (QS Al Qomar 54:1-2)

Subhanallah. Subhan ibn Abdullah Laem Chabang, 09/02/2005 . Telah Dekat Kiamat, Bulan Telah Terbelah Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah." (Q.S. Al-Qamar: 1)

Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur'an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya. Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:

Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, " Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi "Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah" mengandung mukjizat secara ilmiah?

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan hadits-hadist Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

Dan memang Allah ta'alaa benar-benar maha berkuasa atas segala sesuatu. Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok-olok?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan?"

Mereka menjawab, "Coba belah bulan..." Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad SAW agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar-benarnya. Serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!"

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.

Orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah,
orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali..."

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: "Sungguh, telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap... (sampai akhir surat Al-Qamar).

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?" Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab:"Dipersilahkan dengan senang hati."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: "Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah..."

Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari-hari. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.

Presenter berkata, "Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya." Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia."

Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?

" Mereka pun menjawab, "Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun."

Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?" Mereka menjawab, " Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batu-batu-an yang terpisah (katrena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!"

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, " Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, 'Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah b
enar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah... Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam."

Monday, May 31, 2010

Misteri manusia terbang

Sepanjang sejarah, manusia sangat tertarik dengan terbang. Salah satu contohnya adalah mitos Yunani kuno tentang Icarus dan Daedalus melarikan diri dari labirin yang berada dipulau Crete dengan tangan bersayap.

Bahkan dalam dunia modern dimana orang biasa terbang menggunakan jet dan kapal luar angkasa, kita tak pernah menghilangkan mimpi kita untuk dapat terbang. Kemampuan terbang seorang manusia tidak terbatas hanya di mitologi saja. Hal itu terjadi dalam kehidupan manusia sejak jaman dulu kala, walaupun hanya berbentuk dongeng atau legenda yang kita dengar secara turun temurun.

Di seluruh dunia, sejak jaman dahulu kala sampai sekarang, kita sering menemukan cerita tentang orang yang benar-benar dapat terbang. Cerita paling tua dan paling detail gambarannya datang dari tadisi Vedic kuno, dimana melayang-layang dan terbang merupakan salah satu keahlian yang dapat dikembangkan oleh para manusia.


Sementara itu di Eropa, levitation (terbang/mengambang) dimiliki oleh 200 orang suci, dan ini biasa disebut sebagai keajaiban dalam tradisi Katolik Romawi.

Salah satu contoh terbaik adalah St. Joseph dari Copertino, orang suci dari Italia di abad 17. Lebih dari seratus penerbangan (tanpa pesawat tentunya) tercatat secara resmi selama hidupnya. Sebagai gambaran , bagaikan suara yang merdu, dia akan terbang tinggi ke udara, mengitari langit-langit gereja dan melayang di udara, kadang-kadang selama lima belas menit, kadang-kadang selama dua jam, dan banyak orang yang menyaksikan hal itu. Saat ini St. Joseph dari Copertino adalah salah satu orang yang dapat terbang di udara.

Pada abad pertama, ahli filosofi Yunani, Saint Apollonius dari Tyana pergi ke India, disana dia melaporkan bahwa dia melihat para Brahmins (pendeta) “Mereka mengambang sampai hampir satu meter diatas tanah.” Sebagian besar para ahli sejarah mengatakan bahwa ceritanya itu murni sebuah fantasi. Tetapi Ernest Wood, seorang penulis Inggris yang menuliskan filosofi Ketimuran, melaporkan hal yang sama saat dia pergi ke India dan ini hanya beberapa dekade yang lalu. “Saya ingat pada suatu kesempatan ketika seorang yogi (ahli yoga) tua sedang melayang di udara dalam postur tubuh terlentang sekitar 1.8 meter di udara terbuka, sekitar setengah jam, sementara para pendatang dipersilahkan untuk melewatkan gagang pada jarak antara tanah dan orang tersebut. Mengambang atau menaikan tubuh dari atas tanah dan melayang beberapa kaki di udara diatas tempat duduk atau sofa adalah. Suatu fakta yang secara universal sudah diterima di India.”

Yoga Terbang atau yang biasa disebut yogic flying melihat semua potensi manusia dalam pandangan yang baru, memperluas pemikiran tentang apa yang dapat dicapai oleh seorang manusia, melihat dengan gaya baru tentang hubungan antara pikiran manusia dan alam semesta.


Dalam beberapa tahun terakhir, quantum fisika telah mengidentifikasikan bagian yang paling fundamental atau dasar dari rahasia alam, semua bagian dari hukum alam dimana semua hukum alam termasuk kekuatan gravitasi, dibahas. Hukum alam ini menjelaskan semua bentuk dan segala fenomena yang terjadi di alam semesta, termasuk pikiran dan tubuh manusia.

Pengertian tentang Vedic kuno yang dibawa oleh Maharishi telah membawa pencerahan dan lebih, dengan mengidentifikasikan bagian yang universal ini sebagai bagian dari kesadaran murni tak terbatas. Sejak kesadaran manusia memiliki dasar dan sumber dari hukum alam yang paling dasar ini adalah pikiran manusia dapat membuka pada semua level dari alam dan dari situlah semua dapat berfungsi. Dengan berfungsi dari level yang paling dasar, kita dapat memerintahkan secara total potensi alam pada diri kita. Kita dapat meraih pengetahuan untuk mengetahui semua hal, melakukan semua hal dan menyelesaikan semua hal. Semua tidak ada yang mustahil. Potensi kita tidak terbatas.

Teknik Meditasi Transcendental membuat kita membuka pikiran kita untuk tenang dan merasakan kesadaran murni, semua hukum alam, dalam kesadaran kita sendiri. Yogic Flying adalah sebagian kecil dari program tersebut, membiarkan pikiran kita untuk berpikir dan bereaksi pada hukum alam yang paling dasar tersebut.

Karena itu Yogic Flying tidak menentang hukum gravitasi atau hukum alam manapun. Hal itu memperbolehkan kita untuk mengakses dan menghidupkan potensi total dari hukum alam yang hidup dalam diri kita, membuka simpanan energi dan kecerdasan kita untuk segala kemungkinan dan menyelesaikan kegiatan hidup kita sehari-hari.

Diseluruh dunia, manusia yang dapat terbang secara bervariasi dikatakan telah berevolusi secara spiritual dalam kehidupan sosial mereka. Di Eropa mereka disebut saints; di India disebut yogis; di Asia tenggara disebut arahants; di Aborigin Australia disebut “clever men” atau doctors. Banyak orang diceritakan dalam fabel, dongeng, legenda atau mitos. Memberikan asumsi universal bahwa terbang itu sesuatu yang tidak mungkin, tetapi kita harus yakin dengan kemampuan manusia, apa saja menjadi mungkin.

Sumber : http://ensiklopediadi.blogspot.com

Friday, May 28, 2010

Foto Gendruwo Hebohkan Warga

Belakangan ini warga kota Rembang dihebohkan oleh adanya foto makhluk halus yang diperkirakan adalah jenis Gendruwo. Gendruwo setinggi hampir 4 meter itu secara tidak sengaja diambil gambarnya, persis di samping pintu bagian depan ruangan untuk uji kir kendaraan kantor Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika di pinggir jalur pantura dusun Kaliuntu desa Pasar Banggi Rembang. Bangunan kantor tersebut baru sekitar 3 bulan ditempati, karena sebelumnya untuk kegiatan uji kir kendaraan berada di kantor Dinas Perhubungan yang lama, Jl Kartini Rembang.

Awalnya foto diambil oleh salah satu pegawai untuk dokumentasi. Kehebohan terjadi setelah hasil foto yang dicetak terdapat gambar aneh sosok tinggi besar, berambut panjang, berwarna hitam dan berbulu cukup lebat. Gambar yang diyakini sebagai makhluk halus Gendruwo tersebut, juga tampak membawa seikat barang berwarna hijau diperkirakan adalah seikat buah petai.


Foto tersebut saat ini semakin beredar luas, karena banyak yang mengambilnya dengan kamera telefon genggam.

Sejumlah warga maupun pegawai negeri di kota Rembang hangat membicarakan fenomena ini. Salah satu PNS dilingkungan Pemkab Rembang, Santi Sugiyanti mengakui dirinya mendapatkan foto Gendruwo itu kali pertama dari anaknya yang kebetulan bekerja menjadi pegawai di Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika. Saat melihat foto tersebut, bulu kuduknya langsung berdiri karena merasa takut.


Dimintai tanggapannya seputar foto Gendruwo itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika kabupaten Rembang Djamin menyatakan setahu dia foto tersebut memang bukan rekayasa. Pihaknya menganggap selama tidak mengganggu, tak perlu diributkan. Yang terpenting setelah marak beredar foto Gendruwo, semua stafnya tak ada yang terpengaruh. Aktivitas pegawai tetap berjalan seperti biasa, termasuk jadwal piket malam.

Djamin menuturkan tanah yang ditempati kantor Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika, bagian belakangnya bersebelahan dengan areal pemakaman. Dirinya tak ingin mengaitkan dengan makam, tetapi lebih pada keyakinan bahwa disamping kehidupan manusia, ada kehidupan dunia lain.