Showing posts with label tips dunia kerja. Show all posts
Showing posts with label tips dunia kerja. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

How to Build Strategic International Relationships

by John Astor

Just learning how to shake hands in career world doesn’t make you culturally aware. A few learned copy-cat mannerisms and a couple opening lines will not put the global executive into the good graces of their regional leaders. It used to be fine, considering the small amount of time that leaders spent abroad. But more and more, as we see top-level local management strategies that have transparent relationships with each other for alignment and success, building relationships that are strong and solid are absolutely essential in today’s highly competitive marketplace.

In Japan, during the 1980’s boom years, foreigners were falling over each other to grab some of the success that Japanese businesses had created. Many managers learned a little bit of the language, how to eat soup, etc., but they missed a great opportunity to build real bonds. Unfortunately, those bonds could have also helped the Japanese businesses during the ‘90’s.

Today, we are in the midst of a series of dynamics such as, rising new economies, immediate access to customers and speed decision making, so creating and nurturing long lasting connections is a must. Maya Hu-Chan of the Global Leadership Development Center so correctly states, ‘In my work with multinational corporations, my global clients have often pointed out that building partnerships is one of the most important competencies for global leaders of the future’.

To develop powerful partnerships and prevent problematic situations, integrate these five pieces of advice.

  • Have a real interest in other cultures and learn about them through food, the arts and music, literature and the areas that give uniqueness to their place the human experience.
  • Build partnerships wherever you go with ease. You never force a friendship. You develop it. Become an open access point of assistance to your host reports, superiors and especially those horizontally. Encourage others to do the same.
  • Listen, Listen, Listen! This may be one of the great challenges for human beings, but it is an essential skill for trust. Don’t just listen with your ears, but apprehend the individual with all of your faculties. Go beyond their special behaviors and reach for what they are trying to communicate.
  • Never be patronizing. This may be very difficult for some cultures that have been taught they are the best. Be careful not to appear paternal or on a higher level than other people. Also pay close attention to how you phrase comments about their culture. This is also true for spouses of expatriates.
  • Get out of your shell. The higher you go up in an organization, the more insulated you become. Mingle with different people with different interests and you will be well prepared to meet the exciting challenges of interacting with all types of personalities from all over the world.

By putting these five points into action will give you a basis for working in all environments and with all cultures. Of course, each culture has unique aspects that give them their own perspectives on business and life, and we are all unique individuals with unique behaviors, but having a real sense of how we can make deeper connections profoundly helps us move forward together.

JobsDB provides you more than 8000 jobs vacancy, if you interested to the job info please visit JobsDB


Tuesday, November 23, 2010

Cerita Inspirasional / Motivasi

Seorang ibu muda yang gemar berdoa. Waktu doa selalu sangat dinantikannya karena baginya berdoa itu menyukakan. Ia mencintai Tuhan dengan segenap hatinya. ke mana pun ia pergi buku doa selalu dibawanya. Bila waktu berdoa tiba pastilah ia segera bersembahyang.


Pada suatu hari ia sedang bekerja di ladangnya. Ketika waktu doa petang tiba barulah ia sadar bahwa buku doanya ketinggalan. Ia pun merasa panik. Tetapi setelah berfikir sejenak, ia mendapat gagasan cerdas dan mulai berdoa, "ya Tuhan Maha Pengasih, ampunilah hamba-mu ini karena lupa membawa buku doa, padahal tanpa buku itu hamba-mu tidak bisa berdoa dengan baik. Namun hamba-mu akan mengucapkan huruf A sampai dengan Z secara perlahan. Dan engkau yang mahatahu ya Tunah, kiranya dapat menyusun sendiri huruf - huruf tersebut menjadi untayan doa petang ini."


Lalu ia pun megeja pelan-pelan, "A-B-C-D-E...Z". Dan sesudah mengucapkan terimakasih ia pun mengakhirinya dengan amin. Di Surga, Tuhan sangat gembira. "Wahai para malaikat...", seru-nya memanggil hamba-hamba surgawi itu, "Lihat, inilah doa terindah yang penuh cinta dan diungkapan dengan kreatif." Hamba-hamba Tuhan itu pun turut senang dengan doa cerdas itu.

==============================================

Cerita diatas menyindir orang-orang yang suka berdoa dengan cepat, sekedar ritual, tanpa penghayatan.

Kisah diatas menggambarkan seorang ibu muda yang suka berdoa secara kreatif. Ketika Anda menyukai sebuah pekerjaan maka kretifitas itu akan muncul dengan sendirinya, kreatifitas dalam menghasilkan karya-karya, kreatifitas dalam bekerja.

Kerja sebagai seni yang mendatangkan kesukaan dan gairah bersumber pada aktifitas kreatif, artistik, dan interaktif. Ketika Anda bekerja dengan kreatifitas tinggi maka, hasilnya pekerjaan Anda disukai banyak orang.

Kerja dengan hati nurani akan menghasilkan karya yang hebat.

Wednesday, November 10, 2010

Trik Bekerja Menjadi Seorang Penyiar Radio & Televisi

Seiring dengan maraknya perkembangan dunia penyiaran baik radio maupun televisi di Indonesia saat ini, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dari industri inilah terbukanya kesempatan bagi mereka untuk bisa ikut berkecimpung dalam dunia penyiaran atau yang lebih sering disebut sebagai broadcasting. Hampir disetiap daerah atau provinsi sudah memiliki beberapa stasiun radio dan Televisi lokal, oleh karena itulah peluang untuk kerja dalam bidang broadcasting khususnya menjadi seorang penyiar menjadi lebih besar.

Kebanyakan beranggapan bahwa akan sulit untuk bisa menjadi seorang penyiar radio maupun televisi. Akan tetapi, asalkan ada kemauan dan keyakinan, maka tidak ada hal yang tidak mungkin. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui jika Anda berencana untuk bekerja sebagai penyiar radio maupun televisi. Berikut tips yang akan membantu Anda:

1. Percaya diri (PD). Percaya diri adalah kunci utama untuk menjadi seorang penyiar. Harus mempunyai keyakinan dan tekad yang tinggi ketika Anda memtuskan untuk menjadi seorang penyiar. karena Anda sudah pasti akan gagal jikalau dari awal saja sudah merasa ragu-ragu, minder, tengsin, dan sebagainya. Percaya diri saja bahwa Anda pasti bisa untuk berbicara dalam studio siaran. Memang sudah pasti akan ada rasa deg-degan ataupun gejala grogi lainnya, tapi bulatkanlah tekad dan yakinkan Anda bahwa Anda pasti bisa melakukannya.

2. Pengetahuan yang luas. Anda salah besar jika beranggapan dengan memiliki suara yang enak didengar dan memiliki fisik yang hampir sempurna (tinggi, putih, cantik/ganteng, dll) merupakan hal yang sangat penting dan diperhatikan oleh pemirsa. Berdasarkan prinsip dasar broadcasting yaitu menyampaikan pesan, berita maupun info ringan, maka sudah dipastikan bahwa seorang penyiar harus memiliki pengetahuan yang luas dalam hal apa pun. Apalah artinya jika seorang penyiar memiliki kesempurnaan pada vokal dan fisik tetapi dangkal pengetahuannya? Oleh karena itu, Anda harus banyak membaca koran, nonton berita di televisi, dan rajin-rajinlah searching info apa pun yang menarik di Internet untuk dijadikan materi siaran Anda.

3. Memiliki pergaulan yang luas. Perbanyaklah teman dalam kehidupan Anda, karena akan ada banyak info yang akan Anda dapatkan. Anda tidak akan bisa sukses menjadi seorang penyiar apabila lingkup pergaulan Anda hanya seputar rumah ataupun kampus Anda saja. Pergunakanlah media pergaulan online yang sekarang sudah semakin banyak dan ramai dipergunakan oleh kebanyakan orang. Atau bisa juga Anda mendatagi tempat-tempat nongkrong yang sedang diminati oleh kebanyakan orang.

4. Mengenali lebih dalam radio ataupun televisi yang menjadi target Anda. Hal ini menjadi penting, karena apabila Anda tidak mempunyai pengetahuan apa-apa tentang radio ataupun televisi dimana Anda akan menjadi penyiarnya, maka sama saja Anda akan membuat malu radio ataupun televisi tersebut. Diibaratkan penyiar adalah mascot dari radio atau televisi, oleh karena itu jangan permalukan diri Anda ketika ada orang yang bertanya tentang radio atau televisi tempat Anda bekerja. Pelajarilah segala sesuatu yang berhubungan dengan radio dan televisi tersebut.

5. Memahami secara mendalam segmen acara radio ataupun televisi. Dengan Anda memahami secara mendalam segmen acara dari radio ataupun televisi dimana Anda akan menjadi penyiarnya, maka Anda berarti sudah mengerti tentang audience/listener: kriteria usia, gender/jenis kelamin, pekerjaan dari audience/listener, program acara apa yang diminati dan yang mereka butuhkan, dan sebagainya. Dengan memahami semuanya maka Anda akan menjadi penyiar yang handal.

6. Mampu bekerjasama yang baik dalam tim. Kualitas dari program acara yang akan Anda bawakan akan ditentukan oleh solidnya Anda dengan tim Anda. Oleh karena itu, Anda harus bisa bekerja sama dengan tim Anda. Anda bisa menganggap tim Anda sebagai keluarga. Karena bagaimana pun juga Anda akan saling berhubungan dan berinteraksi lebih banyak dengan tim (maksudnya Anda akan membutuhkan bantuan scriptwriter, teknisi, produser, dll).

7. Be Yourself. Don’t try and be someone you are not. Be yourself atau originalitas merupakan point yang banyak dicari dan dibutuhkan dalam industri radio atau televisi khususnya untuk menjadi seorang penyiar. Jadilah diri sendiri, jangan meniru gaya penyiar yang sudah ada. Temukanlah gaya Anda sendiri, karena semakin Anda berbeda maka Anda semakin mempunyai nilai lebih. Keaslian gaya Anda bisa dilihat dari gaya bicara, penyampaian pesan/adlibs iklan, gaya Anda duduk, penampilan Anda, dan lain-lainnya. Jika memungkinkan, jadikan originalitas diri Anda sebagai trendsetter bagi audience/listener.


Jobsdb memebrikan Anda banyak info lowongan kerja

Monday, June 14, 2010

Tips Cepat dan Mudah Untuk Penampilan Segar bagi Wanita Karir

Seorang wanita pekerja yang harus meninggalkan rumah pagi-pagi sekali untuk menghindari macet agar tidak telat tiba di kantor, terkadang tidak punya waktu untuk berdandan atau memberikan perhatian lebih banyak terhadap penampilan.

Penampilan memang bukan hal yang utama dalam bekerja, walaupun ada beberapa pekerjaan yang mewajibkan penampilan rapi dan menarik. Contohnya pekerjaan di front office, bagian public relations atau customer service yang banyak berhubungan dengan orang dan relasi. Namun penampilan yang menarik juga bisa boost mood untuk memulai pekerjaan.


Berikut ini adalah tips mudah untuk menyegarkan penampilan wanita karir

Noda-noda di wajah.
Walaupun Anda tidak punya waktu untuk memakai make up yang lebih elaborate, usahakan untuk menutupi noda-noda di wajah dan lingkaran hitam di bawah mata menggunakan concealer. Proses ini hanya memakan waktu 1 sampai 2 menit. Oleskan obat tetes mata seperti Visine untuk meredakan peradangan yang disebabkan oleh jerawat, sebelum Anda mengoleskan concelear.

Mata
Aplikasikan mascara pada bulu mata Anda untuk memberikan kesan segar dan mata yang lebih 'hidup'. Proses ini hanya memakan waktu 2 menit untuk tiap mata. Ulaskan eye shadow dengan warna lembut, senada dengan pakaian yang Anda kenakan. Proses kedua ini bahkan hanya memakan waktu lebih singkat dari mengaplikasikan mascara.

Bibir
Jangan lupa poleskan lipstick di bibir Anda. Sesuaikan warnanya dengan warna kulit Anda dan hindari warna 'keras' atau terang. Selain membuat menyegarkan wajah Anda, lip balm atau lipgloss juga membantu mencegah bibir kering yang biasanya disebabkan udara kering yang disebabkan oleh AC.

Rambut.
Beli beberapa jepit rambut atau tusuk konde dekoratif untuk memudahkan Anda menata rambut. Tata rambut gaya twist adalah salah satu cara cepat untuk menata rambut Anda dibandingkan dengan memblow atau men¡¨catok¡¨ rambut Anda setiap pagi.


Job Vacancy , Career , Indonesia Job

Bookmark and Share

Friday, June 11, 2010

Bisakah Anda menjadi seorang workaholic yang sehat?

Menjadi seorang workaholic sangat melelahkan baik fisik maupun mental. Selalu bekerja dan bekerja membuat tubuh dan mental selalu aktif walaupun tanpa disadari Anda membutuhkan istirahat. Stress, depresi, tekanan darah yang seringkali melonjak adalah beberapa efek buruk pada kesehatan yang akan dirasakan seorang workaholic.

Selain itu kehidupan sosial yang parah, keluarga yang terabaikan adalah dampak dari kebiasaan gila kerja. Sebuah penelitian bahkan membuktikan bahwa pasangan yang workaholic memiliki kemungkinan untuk bercerai lebih besar dari mereka yang bisa menyeimbangkan kehidupan mereka.

Jika Anda adalah workaholic namun tetap ingin menjalani hidup yang sehat dan seimbang, berikut ini adalah tips-tips-nya:


1. Ubah prioritas hidup


Yakinkan diri Anda bahwa ada yang lebih penting selain pekerjaan, salah satunya kesehatan Anda, keluarga dan teman-teman. Apakah Anda rela melewatkan peristiwa-peristiwa penting dalam keluarga Anda hanya demi sebuah pekerjaan? Apakah Anda tahu dampak buruk bagi kesehatan karena kebiasaan workaholic Anda? Apakah Anda bisa menikmati hasil kerja dengan maksimal jika nantinya Anda menderita sakit berat akibat stress? Pertanyaan - pertanyaan tersebut diharapkan bisa membuat Anda lebih bijak menyusun prioritas.


2. Benahi manajemen kerja Anda.


Setiap karyawan telah memiliki job desc-nya masing-masing. Kerjakanlah apa yang menjadi tugas Anda saja, tidak perlu sungkan untuk menolak pekerjaan tambahan lain jika Anda merasa tidak sanggup atau dirasa menganggu pekerjaan pokok Anda. Atur semuanya berdasarkan skala prioritas supaya Anda lebih fokus dalam mengerjakannya. Benahi juga jam kerja Anda. Workaholic selalu merasa 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Tubuh juga perlu beristirahat, gunakanlah hari libur Sabtu atau Minggu untuk benar-benar lepas dari pekerjaan. Tekankan pada diri sendiri bahwa Anda tidak akan bekerja untuk hari itu. Jauhkan diri Anda dari komputer atau alat kerja Anda yang lain.


3. Asupan gizi yang seimbang dan menyehatkan


Berpikir dan bekerja membutuhkan energi yang besar. Imbangi tenaga yang dikeluarkan dengan asupan makanan yang cukup dengan kebutuhan tubuh Anda dan seimbang. Hindari fast food walaupun ini adalah pilihan termudah bagi para workaholic. Perbanyaklah minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Kopi atau minuman berkafein lainnya memang dapat mempertahankan konsentrasi dan menjaga stamina, terutama saat lembur, namun ingatlah bahwa kafein yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah, perasaan cemas, gelisah.


4. Olahraga ringan dan cukup tidur.


Sekedar stretching ringan seperti menggerakkan kepala atau merenggangkan otot dapat membantu tubuh menjadi rileks. Belilah alat-alat olahraga yang dapat digunakan sembari bekerja yang banyak dijual di pasaran. Kemudian luangkan waktu untuk tidur. Penelitian menyebutkan bahwa tidur siang selama 20-30 menit dapat menjaga Anda tetap terjaga pada malam hari dan mengembalikan energi.

Ada suatu ungkapan bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Pun demikian dengan bekerja. Anda harus tahu batasannya karena tubuh Anda memiliki biology time-nya sendiri. Menjaga diri tetap sehat sekalipun Anda seorang workaholic sangatlah penting karena kesehatan itu mahal harganya. Kerja keras Anda akan menjadi sia-sia jika akhirnya Anda sendiri tidak dapat menikmatinya karena sakit akibat overworked. Ingatlah bahwa work hard is good, but work smart is better. So be smart with your work.


Job Vacancy , Career , Indonesia Job

Bookmark and Share

Wednesday, June 9, 2010

Know More System Analyst

One of the work categories in the field of informatics technology that many companies required is in fields Application Specialist. The position under this category is still become the target of companies to support the smooth operation and their production. Generally, companies need professionals who can make the application system in accordance with company requirements.


In the category of application specialist positions such as programmer analyst system is still occupying the top IT job based on the analysis carried out by JobsDB.com Indonesia. Of the approximately 800 jobs of which aired in the IT field JobsDB.com every day, almost 45% of it is the work under this category.


System analysts and programmers have relevance because programmer who later poured the system analysis into programming languages. A career of a professional analyst system also often originated from the programmer.


High demand for the positions of the IT sector makes more and more workers are racing to pursue a career in this field. If you are one of the hundreds of job seekers who want a career as a systems analyst or programmer, are you already know and understand the responsibilities and qualifications of this job?


Discussion this time is to know more about professional analyst system. Analyst system is IT professionals who have the ability to analyze a system used by a company in support of operational and production. The analysis was done by identifying and studying problems that arise from a system to then formulate a solution that is consistent with the interests of business and information technology.


Many other names mentioned analyst system, for example the system designers, system consultants, system engineers.


What are the duties and responsibilities of a systems analyst? Broadly speaking, an analyst system is not only responsible for the field of technology alone, but more broadly in the field of applications overall.


A good analyst system must be able to follow the following workflow:

  • Understand the existing system
  • Identify the problem
  • Analyze problems
  • Formulate a solution / solutions

The systems analyst does not work alone. He will be associated not only with fellow analyst system, but also with programmers, users and managers.

What are the ideal qualifications of a system analyst? If you are interested in becoming a professional analyst system, here are the knowledge and skills that you should have:

  • Knowledge and skills in computer technology, programming languages and data processing techniques, including skills in using tools and techniques for developing software applications and hardware, data communications technologies, programming languages and operating systems.
  • Knowledge of the user / or business in general. You need knowledge of company business, at least in general, so you can communicate with the user who will run this system. Business knowledge which should have is the knowledge of company accounting, management, marketing, personnel, and company policies.
  • Knowledge and skills related to qualitative methods such as linear programming, dynamic programming, simulation and others.
  • Ability to analyze problems and provide solutions. Analyst system in general will analyze, sort out and describe the complex problems posed by the system used by the company. This capability is important to get a solution to the problem.
  • Communication skills (verbal and written) and ability to build and maintain relationships. Like professionals, communication skills are essential skills for dealing with many parties, especially users, in delivering presentations, creating reports, etc..

For your information, the salary of a systems analyst in Indonesia ranges from Rp. 3.2 million - Rp. 11 million.


Job Vacancy , Employment , Indonesia Job

Tuesday, June 8, 2010

10 Tips for Writing a Professional Résumé

1. Start with an attractive layout. Use bold and italics to highlight key points. I do not recommend downloadable templates because they are very generic and dull. Get creative but not crazy. You can use a little touch of color if you are modest.

2. Justify the text instead of using left align. Most people are accustomed to reading justified text. This will make your résumé easy to follow.

3. Choose a common font. Times New Roman, Arial, and Verdana are some of the best fonts for a résumé. Now is not the time to experiment. Most computers do not have 600 different fonts installed so the file will not read correctly if you use your decorative fonts. Do not use cutesy graphics such as candy canes or teddy bears if you want to be taken seriously. (Yes, I have really received a résumé with teddy bears and candy canes on it.) It is NOT appropriate for business correspondence, and I guarantee your résumé will be canned if you do this.

4. Do not use the word "I" in your résumé. Start each sentence with a powerful verb. For example:

  • Organized annual student symposium by securing speakers and working closely with marketing department executives.
  • Implemented production bonus incentives and "best practices" matrix for all divisions, raising overall productivity by as much as 40 percent.

5. Write a proper cover letter for each position to which you apply. Do not ever send out a résumé without a cover letter. This is basic business etiquette. Personalize each cover letter directly to the position you are applying to. A generic cover letter will not work to your benefit. If possible, address the letter directly to a person. If you do not know the hiring manager's name, use "Hiring Manager."

6. Print your résumé and read it word-for-word. You can use the grammar and spell check function, but don't rely on it.

7. When you have a degree, list only the year that you obtained your degree. When you list your dates of attendance, many résumé scanning systems will not recognize that you obtained a degree, only that you attended college for a period.

8. Deactivate all e-mail links and Web addresses in your résumé and cover letter. To do this in Microsoft Word, highlight the link with your mouse, go to the "Insert" drop-down menu, scroll down to and click "Hyperlink", and on the lower left-hand side of this screen there should be a little button that says "Remove link." When you find it, give it a little click and voila! Alternatively, you can highlight the link with your mouse, right click on it, and scroll down to "remove link" to deactivate the link.

9. Be consistent! For example, don't list one date as 1/2005 and then list another date as 9/22/2005. List software consistently, too. MS Word and Microsoft Excel are both correct, but not consistent when used together.

10. Adhere to punctuation and capitalization rules. Use a reference manual if you do not understand standard punctuation and capitalization rules.


Job Indonesia , Career , Job Vacancy

Resume Writing Should We State Our Hobbies And Interests


By: Paul Hata



There are two types of resumes: chronological and functional. As its name implies, a chronological resume is one that lists your experience and education in order, starting with the most recent jobs or achievements.

This type of resume is sometimes also referred to as reverse chronological resume, because the order of the listing starts with your current employment.

Functional resumes focus on your qualifications, not your career timeline. This style of the resume highlights what skills you have, rather than where and when you acquired or utilize them. In other words, instead of listing your experiences by your job titles, your resume will contained sections titled by your skills such as verbal and written communication, customer satisfaction, project management, etc.

The functional resume style is recommended for college students seeking internships or their first jobs out of college, for those with no professional experience, those who have not worked for some time, or for career changers.

This resume style allows you to reference your hobbies and interests in a way that apply to your career objective only; listing hobbies and interests outside of your career objective is not recommended as it doesn't promote you as a professional in any way.

Any time you are composing a resume, it is important to keep in mind your career objective. You want to present yourself in a best possible light to your potential employer. Thus, the information on your resume has to answer one question: Why are you the best candidate for the job?

The biggest mistake people make on their resumes is including information that is not related to their professional experience. Facts pertaining to your volunteer positions, community work, interests and hobbies that disclose your race, ethnicity, gender, age, sexual orientation, religious beliefs or any personal descriptors that do not directly impact your professional performance must be excluded from your resume.

The functional resume does not require you to list names or organizations you have worked or volunteered for; thus, you can list the experience you have acquired there without potentially disclosing any demographic information. Additionally, don't create a separate section on your resume for hobbies and interests. This is typically seen as amateur, and gives your resume less credibility.

Listing hobbies and interests as they apply to the position you are applying for should be done under specific functional sections. For example, if you are seeking a position in graphic design, and have samples of work that you have done as a hobby, indicate this fact on your resume or in your cover letter.

If your hobbies are related to the type of work you are seeking utilize them to your advantage. If you have read books or completed seminars at the community center that are applicable to your job, make a mention of them. Any employer will welcome the opportunity to have you demonstrate the qualifications that make you a perfect candidate for the job.

As a final step, have a friend review your resume, or if you are a college student, seek assistance from a career center at your school.

Having another person review your resume will help uncover any items that may raise questions about your experience or education, as well as address if the inclusion of your hobbies and interests works to support your career objective.

Perfecting your resume will assure that you show your potential employer that you are the best candidate for the job.


Indonesia Job
, Employment , job vacancy

Monday, June 7, 2010

How to be a Good Public Relations Officer

Among so many events that happened in Indonesia last year, this event can be regarded as one of the most shocking to the world of public relations. A public relations officer of an elite shopping mall in Jakarta gave a controversial statement about the incidence of suicide by a man in his Job place. Instead of empathizing and cast a reassuring sentence, instead she clearly deplores this incident and blames the players who chose the location of the mall to run the action.


The statement becomes controversial and. Most people assume that sarcastic tone of the comments is inappropriate posted by a public relations that in fact represent the corporate image which involved in the incident. The result, people began to question the competence of the PR being assessed careless in dealing with the crisis of his company. Maturity of thought, precision processing of words and how good communications are not seem to be practiced by the public relations officer when dealing with the media.


Public relations, though often equated with “humas”, but have differences in the jobs description. Duties of a PR is much broader than just dealing with clients or the media. According to Edward L. Berneys in his book, Public Relations, a PR has three functions, namely: as a conduit of information to the public, persuasively be modifiers public attitudes and behavior towards the institution / company for the benefit of both parties, and as an integrator between attitudes and actions of institutions with an attitude public and vice versa. The bottom line is responsible for maintaining a public relations and maintaining good relations with the public so as to create a positive image about the company.


To achieve all these goals, public relations must have communication. There are five elements in the communication process that must be mastered: source / communicator (the person who becomes a source, it can the competent authority / himself): message (message to be conveyed); channel (media / means of delivery of messages), the target audience (the recipient group message); and effect (impact happens to communicants after receiving the message).


In the case above, the public relations officer apparently did not think the target audience (the victim's family and community) and the effect of his statement to the public.
Mistakes made by a public relations catastrophe could be fruitful for the company image. A statement by the PR firms is supposed to represent the attitude towards a condition of things. Therefore, delivery must also be appropriate to prioritize the aspects of mutual understanding between both parties.


Before the judging and labeling a PR with bad or good, it's good to know what it takes to be a good PR as excerpted from a resume that was written by Daniel Buana as following:


1. The ability to communicate.
And this is not limited to verbal communication but also visual and even writing. A PR must be fluent in communicating in different types of media, such as presentations, interviews, dialogues, create news / articles / press releases, and so on. Aim to function as information or communicator. He must know how to treat the media in accordance with the characteristics, target audience, and effects that will generate the communicants (receiver of the message).


2. Managerial capacity / leadership.
It is important to translate the vision and mission of top management. He must know the ins and outs of the company, understand the behavior and attention to customers, employees and other groups with an interest in his duties as a liaison. PR is often faced with a crisis situation that requires rapid and appropriate response. Necessary of maturity to think and to act fast to be able to handle the situation in a calm and elegant. Soul of leadership is also needed for coordination between the parties concerned.

3. Ability of mingle and build relationships.
Flexibility in dealing with various types of personality and ability to interact with people from various levels, Included also use networking to get the required information like a detective. Mix versatility is also important to build a positive opinion on the company so as to create a trusting relationship. It needed people with extrovert personality type to be able to carry out this task.


4. An honest and credible personality.
A PR should be someone who can be trusted. What he said should be based on facts, not just a sweetener in order to increase the popularity of his company. The information provided must be accurate and quite important to know the community. In addition, in performing his duties he must comply with the ethics and upholding morality. Although his job is to maintain a positive image of the company remain in the public eye, but does not necessarily make a PR feel entitled to impose other parties that opposed him. PR should make a statement that a neutral, objective, sympathetic, and attention to human values.

5. Creative and rich ideas.
Having extensive knowledge with the ability to think creatively and critically is needed primarily to deal with various issues that require resolution alternatives. Public relations opportunities should also be good at reading and see the gap where he could improve the company's excellence in public. The ability to create new strategies to expand the relationship between companies and the public becomes an important criterion to be held by public relations


Job Vacancy , Indonesia Job , Career , Job Indonesia

Friday, May 21, 2010

Artikel Dunia Kerja "Siapkah Anda Menghadapi Tren Dunia Kerja Tahun Ini? "

Perkembangan dunia usaha, bisnis, teknologi dan media yang dinamis mau tidak mau juga membawa perubahan dalam korporasi dan dunia kerja, baik dalam tren, metode rekrutmen, maupun manajemen lingkungan kerja. Pada akhirnya perkembangan tersebut juga akan memberikan dampak bagi Anda, baik sebagai seorang profesional maupun pencari kerja. Beberapa tren dunia kerja tahun 2010 yang sebaiknya Anda ketahui adalah sebagai berikut :


Jenis Pekerjaan atau Lowongan Kerja
Berdasarkan data dari JobsDB.com, di tahun 2010 ada beberapa jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan. Jenis pekerjaan ini jatuh dalam 3 kategori yaitu :


  1. Kategori akunting dengan posisi staf akunting, accounting supervisor, internal auditor, chief of accounting.
  2. Kategori industri spesifik yaitu penambangan dan manufaktur. Untuk industri penambangan posisi favorit adalah geologist (senior maupun junior), safety health environment officer dan geophysicist. Sementara di industri manufaktur posisi yang paling dibutuhkan adalah supervisor produksi dan quality assurance.
  3. Kategori teknologi informatika. Lowongan yang paling sering muncul di bidang ini adalah application specialist, software design dan engineering, system and network support.


Lingkungan Kerja Perubahan teknologi dan perekonomian dunia maupun negara yang mulai membaik membuat banyak perusahaan mulai melakukan perubahan atau penyesuaian dalam operasional perusahaannya

  1. Akan semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan social media untuk menguatkan brand, menciptakan image perusahaan atau sebagai media komunikasi dengan customer dan klien. Saat ini hampir semua orang terhubungkan melalui social media sehingga salah satu akses yang cukup besar untuk ‘meraih’ targeted potential customer bisa dilakukan lewat jalur ini. Hal ini juga membuat munculnya jenis pekerjaan atau posisi baru yaitu mereka yang khusus menangani dan mengembangkan strategi PR, meraih customer baru atau mempertahankan loyal customer melalui media ini.

  2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Career Builder pada perusahaan di Amerika menyatakan bahwa di tahun 2010 banyak perusahaan (30% dari peserta survey) akan menggantikan karyawan yang berperforma rendah dengan mereka yang performanya lebih tinggi. Besar kemungkinan hal yang sama akan dilakukan perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan yang pertumbuhannya melaju dengan cepat. Karyawan dengan performa rendah seringkali diidentifikasikan sebagai mereka yang tidak bisa atau lambat menyesuaikan diri dengan pertumbuhan perusahaan.

  3. Semakin banyak perusahaan akan terus menerapkan atau memulai gerakan green work environment. Kebijakan untuk melakukan penghematan stationery, listrik, penggunaan produk lokal dan alat atau teknologi yang hemat energi akan semakin banyak dilakukan oleh perusahaan karena selain terbukti bisa menekan belanja rutin juga memberikan kontribusi positif bagi pelestarian lingkungan.

  4. Perusahaan lebih memilih memiliki karyawan bilingual. Gaung mengenai pasar bebas yang semakin dekat dan kemungkinan untuk bekerja sama dengan investor dari berbagai negara membuat banyak korporasi semakin sadar bahwa karyawan yang bisa berkomunikasi dengan 2 atau lebih bahasa adalah aset berharga. Karyawan yang menguasai lebih dari satu bahasa bisa mempresentasikan image perusahaan atau brand baru kepada target yang lebih luas.


Bookmark and Share

Tuesday, April 6, 2010

Artikel Dunia Kerja " Tips Memberikan Kado untuk Rekan Kerja "

Memasuki bulan Desember ada hal yang seringkali dinanti-nantikan umat Kristiani yaitu Natal. Sederet rencana, baik yang melibatkan teman dan keluarga, maupun rekan kantor dibuat untuk menyambut dan merayakan hal tersebut. Sama halnya dengan Tahun Baru. Di beberapa kantor, seringkali acara tukar menukar kado jadi tradisi informal bagi karyawan yang merayakan Natal maupun Tahun Baru.

Walaupun tidak ada peraturan tertulis dari perusahaan yang mengharuskan hal ini, karena kebiasaan, Anda pun 'terbawa' dengan tradisi tersebut. Memang tidak ada salahnya ikut dalam kegiatan ini karena bisa jadi sarana efektif bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengan sesama rekan kerja.

Memilih kado memang susah susah gampang, seringkali ada kekhawatiran kalau hadiah tersebut tidak sesuai dengan selera penerima. Kekhawatiran yang mendasar karena walaupun Anda menghabiskan waktu hingga 40 jam seminggu bersama mereka seringkali hubungan Anda hanya terbatas pada hubungan formal antar professional saja. Anda mungkin mengenal sedikit kepribadian mereka namun tetap saja sulit untuk menebak keinginan sang penerima kado atau apakah dia sudah memiliki barang yang serupa.

Ada beberapa hal yang dan tips yang bisa membantu Anda untuk memilih kado yang tepat bagi rekan kerja, bahkan atasan Anda.

  • Buat budget. Ingatlah bahwa hadiah yang berkesan tidak harus membobol tabungan Anda. Hadiah mahal justru malah membuat rekan kerja Anda tidak nyaman karena bisa saja dikaitkan dengan kepentingan tertentu. Jika ada ketentuan tentang harga minimum dan maksimum kado, tentunya akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan bujet hadiah. Jangan segan untuk menanyakan soal ini jika Anda tidak tahu ke rekan kerja maupun HR department. Terlebih lagi jika Anda adalah karyawan baru.
  • Jangan berikan hadiah yang terlalu personal. Contohnya seperti pakaian, peralatan mandi atau parfum, bahkan jika Anda memiliki 'crush' dengan rekan kerja Anda. Keep the present professional. Lagipula ini adalah event formal yang diadakan kantor.
  • Jika Anda ingin memberikan hadiah untuk boss atau atasan Anda, jangan berikan benda yang terlalu mahal. Selain ada peraturan tentang berapa jumlah yang bisa Anda habiskan untuk kado, percayalah hadiah tersebut akan dilihat sebagai suap atau cara Anda untuk 'menjilat' atasan. Berikanlah hadiah sederhana seperti buku, agenda atau makanan yang digemarinya.
  • Berikan hadiah di luar kantor. Jika Anda memiliki sahabat di kantor dan ingin memberikan hadiah istimewa, jangan lakukan dalam acara ini. Berikan hadiah istimewa di luar kantor dalam suasana dan acara yang berbeda. Perbedaan hadiah yang terlalu mencolok bisa menimbulkan rasa 'iri' dari rekan kerja yang lain.
  • Perhatikan dengan hadiah makanan. Jika Anda tidak terlalu kenal dengan rekan kerja Anda, sebisa mungkin jangan berikan hadiah makanan, meskipun jenis makanan tersebut kebanyakan disukai orang. Mungkin saja tanpa Anda ketahui rekan tersebut menderita suatu alergi tertentu atau pantang terhadap suatu jenis makanan.
  • Beberapa ide kado yang bisa Anda hadiahkan ke rekan kerja antara lain adalah
  1. Alat tulis kantor seperti paper clip, pulpen, tip ex, pensil, glue stick, agenda, post in notes. Kado ini pasti akan sangat berguna untuk kegiatan sehari-hari di kantor. Letakkan dalam keranjang dan bungkuslah dengan kertas kaca seperti parsel.
  2. Bantal kursi. Ada berbagai macam bantal yang bisa menambah kenyamanan bekerja seperti yang mengikuti lekuk leher, bantal kursi penyangga punggung atau model yang sederhana sekalipun. Untuk karyawan yang bekerja dan duduk 8 jam sehari hadiah ini akan mereka hargai.
  3. Buku. Perhatikan kepribadian penerima kado dan sesuaikan dengan jenis buku yang ingin Anda berikan. Pastikan buku tersebut tidak akan hanya jadi penghias meja kerjanya nanti. Jangan berikan buku motivasi jika rekan kerja Anda adalah seorang comic freak dan jangan berikan buku sastra 'kelas berat' jika teman Anda kelihatannya sangat tenggelam dalam dunia TI. Singkat kata, pandai-pandailah melihat bacaan favorit mereka.
  4. Voucher belanja. Memang akan terkesan tidak ada sentuhan personal, namun terkadang voucher belanja adalah hadiah yang paling 'aman' dan paling diminati penerima karena mereka bisa menggunakannya sesuai dengan keinginan mereka.

Sumber : http://www.jobsdb.co.id/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/tips_kado?ID=211

Bookmark and Share

Wednesday, March 31, 2010

Artikel Dunia Kerja " 7 Kesalahan Seorang Leader Yang Patut Dihindari"

Berikut ini adalah berbagai kesalahan seorang Leader yang sering terjadi ditempat kerja. Bila Anda adalah seorang Leader, Anda bisa gunakan 7 points ini sebagai check list apakah Anda termasuk kategori dibawah ini.

Bersikap OTORITER
Pemimpin yang selalu bersikap otoriter cenderung akan dijauhi oleh anak buah dan orang-orang sekelilingnya. Selain melelahkan karena harus menanggung semua beban sendirian, Leader yang otoriter juga tidak akan mendapat dukungan dari orang-orang bila ia mengalami kesulitan.

Tidak menjadi CONTOH
Leader yang berperilaku buruk,akan melahirkan team work yang bermoral kerja buruk juga. Sikap-sikap kerja Leader yang malas, sering datang terlambat, tidak tepat janji, pemarah, dsb akan mudah menular ke tingkat organisasi yang lebih rendah.

Suka dikelilingi oleh para PENJILAT
Adalah lebih baik bila ada orang yang berkata apa adanya dan jujur, ketimbang datang seseorang yang selalu memberi kabar yang baik dan memuji-muji Anda. Banyak Leader yang menghancurkan dirinya karena lebih senang dikelilingi oleh orang-orang yang pandai menjilat. Leader seperti ini lebih senang mendengarkan apa yang ia suka dengar, ketimbang mendengarkan apa yang seharusnya ia dengar.

KESOMBONGAN
Banyak Leader yang terlalu yakin ( over-confidence ) akan kemampuannya, sehingga tidak mau lagi belajar hal-hal baru, merasa dirinya senior, tidak mau lagi mendengar saran-saran orang lain, merasa dirinya sudah diposisi Manager, jadi seharusnya supervisor yang harus belajar lebih banyak, dsb. Sikap arogansi seperti ini , akan membunuh karir Leader dalam jangka panjang.

Menolak untuk BERUBAH
Dunia dimana kita tinggal selalu melakukan perubahan secara rutin dan cepat. Bagaimana dengan diri kita semua? Banyak Leader yang menolak melakukan perubahan dengan alasan merepotkan, harus belajar hal-hal baru, tidak punya banyak waktu dan malas. Bila si pemimpinnya saja tidak mau berubah, bagaimana dengan anak buahnya?

Selalu merasa dirinya BENAR
Selalu merasa dirinya benar, selalu menunjuk orang lain dan menunjuk kondisi tertentu sebagai “biang keladi” suatu kejadian. Leader tipe seperti ini, walaupun sudah melakukan kesalahan, sulit untuk mengatakan “Maaf”. Ia cenderung “defensive” dan memandang pihak lain sebagai penyebabnya, sedangkan ia adalah “Mr.No Problem”

Lambat AMBIL KEPUTUSAN
Sikap lambat ambil keputusan ini terutama disebabkan ketidak beranian menanggung resiko yang mungkin terjadi, atau sikap selalu ragu-ragu dan takut salah, sikap yang mau main aman saja dan lemporkan resiko ini ke pihak lain. Penyebab lainnya adalah si Leader trauma kejadian lalu dimana ia pernah ambil keputusan yang salah, dan ternyata berakibat fatal. Sikap ini akan merugikan team work dan mengganggu kelancaran arus kerja.


Thursday, February 18, 2010

Etika Menggunakan Instant Messaging (IM) di Kantor

Instant Messaging atau yang sering disingkat jadi IM sudah jadi salah satu alat komunikasi yang lazim dipakai untuk kepentingan pribadi maupun kebutuhan korporasi. Siapa yang sekarang tidak punya Yahoo id atau MSN? Kedua IM ini adalah jenis yang cukup populer digunakan baik untuk sekedar chatting dengan teman atau komunikasi soal pekerjaan.

Karena alasan kepraktisan dan kemudahannya, tak jarang manajemen perusahaan justru mengarahkan karyawannya untuk menggunakan YM, MSN ataupun aplikasi / software messaging lainnya sebagai alat komunikasi di kantor dibandingkan dengan menggunakan telepon. Dengan kata lain, komunikasi antar karyawan bisa dikelola dengan relatif lebih mudah dengan bantuan IM.

Jika sebelumnya ada anggapan umum yang melihat bahwa IM adalah salah satu bentuk interupsi dalam pekerjaan yang akan mengalihkan konsentrasi karyawan, sebuah penelitian yang dilakukan Professors R. Kelly Garrett (School of Communication Ohio State University ) dan James N. Danziger (School of Social Sciences University of California, Irvine) justru menyebutkan bahwa komunikasi justru akan semakin efisien dengan bantuan IM. Setiap percakapan seputar pekerjaan dilakukan lebih singkat sehingga karyawan terhindar dari obrolan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Jika Anda adalah salah satu pengguna aktif IM di tempat kerja, ada beberapa rambu-rambu yang harus dipatuhi agar media komunikasi baru ini tetap menjaga courtesy atau etika sopan santun.

1. Gunakan IM yang diijinkan oleh kantor atau manajemen.

Seringkali perusahaan memiliki peraturan bagi karyawannya dalam pemilihan IM yang bisa digunakan, entah web based maupun portable IM. Pakai perangkat yang disetujui oleh manajemen kantor Anda.

2. Jangan nyelonong aja.

Jika Anda ingin menanyakan sesuatu hal lewat IM kepada rekan kerja Anda, seperti soal laporan keuangan atau lainnya, sebelum masuk ke masalah, selalu tanyakan apakah yang bersangkutan punya waktu atau bisa diajak ngobrol.

3. Jaga agar isi IM Anda singkat dan disampaikan dengan jelas.

Media ini dinamakan ‘instant messaging’ agar penggunanya bisa menyampaikan tujuannya dengan instant, brief dan jelas. Hindari basa-basi yang terlalu lama, langsung ke pokok persoalan agar tujuan dari komunikasi Anda bisa tercapai dengan cepat.

4. Gunakan bahasa yang benar.

Walaupun Anda sudah terbiasa dengan bahasa ‘gaul’ yang umumnya diketahui orang, untuk urusan kantor, keep it professional. Gunakan Bahasa Indonesia dan tanda baca yang benar dan hindari singkatan atau istilah yang membingungkan. Ini untuk menghindari timbulnya kesalah pahaman. Pembicaraan akan berlangsung terlalu lama namun tidak menyentuh masalah yang sesungguhnya.

5. Jika percakapan IM Anda terlalu panjang, bertemulah langsung face to face.

Hal ini untuk menjaga efisiensi komunikasi dan menjaga agar tidak ada kesalahpahaman. Gunakan IM untuk menanyakan sesuatu dengan cepat seperti update pekerjaan, kemungkinan untuk rapat atau hal-hal yang bisa direspon dengan relatif cepat.

6. Perhatikan status IM Anda.

Put in your mind bahwa rekan kerja bahkan boss bisa membaca status yang Anda buat. Pasang status ‘aman’ seperti "busy" atau "away" jika Anda sedang tidak ingin diganggu.

Sumber : http://www.jobsdb.co.id/ID/EN/Resources/JobSeekerArticle/etika%20IM%20di%20kantor?ID=299