Sunday, September 13, 2009

Segitiga Bermuda Versi Indonesia?

Segitiga Bermuda di kenal sebagai kawasan paling misterius di muka bumi. Puluhan pesawat terbang serta kapal laut dengan total ratusan penumpang lenyap tak berbekas di kawasan yang terletak di perairan Samudera Atlantik ini. Sekarang fenomena ini di anggap muncul pula di wilayah kepulauan Indonesia.

Dua tahun lebih sudah berlalu sejak musibah hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air rute Surabaya – manado. Pencarian besar – besaran dengan melibatkan peralatan canggih dari dalam dan luar negeri.
Disisi lain, berbagai teori yang mencoba menjelaskan musibah ini ikut bermunculan. Mulai dari teori pesawat telah meledak berkeping – keping pada ketinggian ribuan kaki, sampai tenggelam di perairan pada kedalaman yang sulit di jangkau. Meski belum ada satu pun teori ilmiah yang belum disepakati, muncul pula teori lain yang sifatnya non ilmiah. Yang menyebutkan kalo pesawat tersebut hilang di kawasan yang angker, atau istilah kerennya kawasan Segitiga Bermuda-nya Indonesia.


TEORI SEGITIGA BERMUDA

Fenomena kawasan segitiga Bermuda yang legend itu langsung muncul begitu ada info soal lokasi yang diperkirakan jadi tempat hilangnya pesawat tadi. Lokasi yang di maksud adalah perairan disekitar kepulauan Masalembo, Sulawesi selatan.
Emang lokasi tadi hanyalah salah satu dari sekian lokasi yang di sinyalir sebagai tempat raibnya pesawat yang mengangkut 102 penumpang plus kru pesawat. Mengingat disekitar propinsi itulah terjadi kontak terakhir antara tower lanud hasanuddin Makasar dengan kokpit Adam Air. Hanya saja kawasan Masalembo ternyata punya kekhususan tersendiri.
Sekedar info untuk pembaca blog, di kawasan Masalembo ini pernah ada kejadian serupa. malah yang raib tuh 2 pesawat dan 2 helikopter sekaligus. Peristiwa ini terjadi pada awal februari 1961. Diawali dengan hilangnya pesawat McDonnell-Douglas DC3 milik Garuda. Dua hari setelah itu tim pencari di kirim. Nggak taunya tim pencari yang berangkat pake pesawat Dakota C-47 dan 2 helikopter ikutan raib sampai sekarang.
Lantas 20 tahun setelahnya terjadi lagi musibah tenggelamnya kapal Tampomas II. Korban yang muncul berjumlah sekitar 700 orang, 288 diantaranya dinyatakan hilang. Kemudian dan pada tahun 2006 tepatnya tanggal 26 desember. Kapal senopati nusantara tenggelam.
Serentetan peristiwa inilah yang belakangan memunculkan teori kalo di kawasan perairan kepulauan Masalembo terdapat fenomena seperti segitiga Bermuda.


FENOMENA ALAM
Bener nggaknya di kawasan Masalembo terdapat fenomena misterius “Segitiga Bermuda” masih dalam perdebatan. Yang jelas angkernya kawasan tersebut nggak lantas di kaitkan dengan masalah metefisik. Pasalnya ada teori yang bilang kalo factor alam di kawasan tersebut emang perpotensi menimbulkan bencana.
Kawasan Masalembo di curigai sebagai titik munculnya fenomena alam yang di sebut air pocket atau kantong udara. Air pocket adalah kondisi di mana udara mengalir dalam kecepatan tinggi. Pesawat yang kebetulan terbang diatasnya bisa dengan tiba- tiba tersedot kebawah atau terpental. Dan kawasan tersebut juga berbahaya dengan adanya perairan dalam yang berputar.
Hanya saja kedua fenomena alam tadi belum di pastikan sebagai penyebab dari musibah tersebut. Karena sebelum penelitian atas bangkai tersebut dilakukan, belum ada yang bisa memastikannya.
Yang jelas fenomena segitiga Bermuda versi Indonesia untuk sementara masih seru untuk di bahas. Pasalnya, selain kawasan Masalembo, masih ada dua kawasan lagi yang dianggap berbahaya untuk transportasi udara dan laut. Kawasan tersebut adalah gugusan pulau Katangkatang di sumatera barat dan perairan Liukang Tangayya Pangkep di jawa timur. Di gugusan katangkatang kabarnya ada juga pesawat yang raib, yaitu pesawat milik merpati air lines. (kid-oest news – dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment