Wednesday, February 3, 2010

Cosa Nostra a.k.a MAFIA


Istilah mafia identik dengan sekelompok sadis yang kerap melakukan intimidasi serta pembunuhan. Yang pasti mafia bukan sekedar istilah aja.

The Godfather, Mobster, The Untouchables, Goodfellas, Bugsy, Donnie Brasco, The Sopranos, Raging Bull,……
Ada yang tau dengan nama- nama diatas???

Pastinya iya buat yang suka nonton film. Nama –nama diatas adalah judul film yang seru. Seru karena ceritanya berlatar pada kelompok pelaku pelanggaran hukum yang kejam bin sadis. Siapa saja yang mengganggu “bisnis” mereka pasti dihabisi. Mulai dari penegak hukum, politisi, hakim. Kelompok ini disebut Mafia.
Di luar film, kegiatan ini emang beneran ada. Cuma sempet ada anggapan kalo mafia hanya sebuah istilah. Padahal mafia adalah nama sebuah organisasi yang beneran eksis di dunia nyata sejak kira- kira 200 tahun yang lalu.

MAFIA ITALIA
Mafia terbentuk sekitar pertengahan abad 19. Tepatnya di pulau sisilia, Italia. Entah siapa yang mendirikannya, pasalnya mafia di bentuk sebagai kelompok pengaman oleh tuan tanah di Palermo. Tugas utama mereka adalah buat mengamankan areal perkebunan jeruk dan limau yang tersebar di seluruh kota Palermo.

Waktu awal terbentuk, nama mafia belum di pakai. Menurut sejumlah referensi, kelompok ini awalnya menamakan diri Cosa Nostra. Ungkapan dalam bahasa italia yang artinya kira- kira “kehormatan kami”. Nama mafia baru muncul pada sebuah pengadilan tindak kejahatan para anggota Cosa Nostra di Palermo tahun 1865. Nama ini kemudian jadi baku lantaran artinya yang setara dengan kehormatan dan kebanggaan.
Mafia berubah jadi organisasi criminal lantaran meluasnya kekuatan mereka. Ini berkat lobi yang sukses ke para birokrat di Sisilia, Italia, demi lancarnya kegiatan perdagangan narkoba organisasi ini. Meski organisasi ini sempet dilarang pada masa kekuasaan rezim fasis, kegiatan criminal mereka nggak lantas berhenti. Para gembong mafia yang di tahan tetap menjalankan roda bisnisnya dari balik terali penjara.
Kekuatan mafia lantas mencuat lagi seiring jatuhnya rezim fasis akibat kekalahan italia sebagai sekutu jerman pada perang dunia 2. Hanya saja kekuatannya terbagi- bagi dengan munculnya sejumlah klan nyaris di seluruh Italia. Yang pasti pamornya sebagai organisasi criminal tetap bertahan.

Sebagai organisasi Kriminal tentu aja tiap kelompok mafia yang di buru oleh pihak penegak hukum italia. Sejumlah gembong mafia top pun berhasil di bekuk sejak tahun 1950-an. Mereka antara lain Calogero Vizzini, Giuseppe Genco Russo, Tommaso Buscetta, Salvatore Riina. Yang terakhir berhasil di tangkap adalah Bernardo Provenzano pada 11 april 2006 lalu. Meski begitu organisasi ini nggak lantas mati. Masih ada pewaris- pewaris yang melanjutkan bisnis haramnya. Saat ini yang di curigai sebagai gembong mafia baru adalah Matteo Messina Denaro serta Salvatore Lo Piccolo.

MAFIA AMERIKA
Saat organisasi mafia di Italia di larang oleh rezim fasis, sejumlah pemimpinnya lari keluar negeri buat menghindar dari hukuman. Negara yang jadi tujuan utama mereka adalah Amerika. Selain menghindar dari tangkapan rezim fasis, mereka berniat melanjutkan bisnis pula. Makanya kemudian muncullah klan- klan mafia di amerika.
Mafia amerika pertama muncul di kota New York. Waktu itu nama yang di pakai adalah The Black Hand. Mereka mengintimidasi para imigran asal Italia dan Negara lain untuk membayar perlindungan. Kelompok ini kemudian berkembang pesat dan mulai menguasai jaringan dunia hitam. Akhirnya pada satu masa jumlah kelompok mafia di amerika secara total mencapai 26 klan mafia.
Banyaknya jumlah klan mafia ini pun memicu pertempuran sengit antar mereka. Pembantaian demi pembantaian para anggota klan mafia oleh anggota klan mafia lainnya pun jadi pemandangan biasa di jalanan kota- kota amerika. Hingga akhirnya ada 5 klan mafia besar berkuasa yang berpusat di kota New York. Mereka adalah klan Bonnano, Colombo, Gambino, Genovese, dan Lucchese. Klan ini jadi besar lantaran kerja sama dengan gembong mafia legendaris yaitu Al Capone dan Joe Porello. Hingga saat ini mafia amerika masih tetap eksis. (kid-oest News : dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment