Wednesday, December 23, 2009

Anaconda : Rajanya Ular

Naga boleh jadi dianggap ular terbesar di bumi ini. Sayang mereka Cuma mitos. Di dunia nyata ada dua ular yang bersaing memperebutkan gelar ular terbesar yaitu Phyton dan Anaconda. Phyton menang di kategori ular terpanjang sementara Anaconda menang di kategori ukuran badan. Sebesar apa sih nih ular???

KELUARGA BOA

Dalam keluarga ular, anaconda termasuk dalam keluarga ular boa. Ini berarti anaconda menggunakan badannya yang besar dan kuat untuk melilit mangsa sampe mereka kehabisan napas sebelum kemudian di telan. Meski besar dan cukup kuat untuk menelan manusia, anaconda jarang sekali melakukan hal seperti ini (meskipun dalam penelitian pernah ada kejadian seperti ini).
Anaconda lebih senang memakan mahluk air seperti ikan, kiaman (sejenis buaya sungai), dan ular lain. Mahluk darat yang di incarnya adalah rusa dan macan tutul. Dalam memburu mangsanya, anaconda menggunakan kemampuannya mengendap- endap dan mengejutkan mangsa. Taktik ini di pakai karena tubuh besarnya nggak bisa bergerak cepat.
Mirip ular lain, anaconda juga dilengkapi gigi tajam. Bedanya gigi- gigi itu nggak digunakan untuk mengunyah dan nggak ada racunnya. Gigi anaconda hanya dipake untuk menggigit mangsa supaya mereka nggak bergerak dan kabur dari lilitan badan. Tapi gigitan itu nggak akan berakibat fatal, kecuali kalo gigitannya nggak bisa lepas!.

Di hutan- hutan amerika selatan, anaconda biasa mencari mangsa di sungai. Meski termasuk predator dan suka memburu, anaconda termasuk binatang yang pemalu dan penyendiri sehingga nggak sering terlihat. Makin susah di temui, karena gemar berkamuflase dengan lingkungannya baik di rawa maupun di wilayah berair lainnya di hutan.
Berdasarkan laporan sejarah, para penjelajah Eropa di amerika selatan pernah bilang kalo mereka pernah melihat anaconda raksasa sepanjang 100 kaki (30 meter lebih). Beberapa pendudukl asli Amerika selatan juga mengaku pernah melihat anaconda berukuran 50 kaki ( 15 meter). Tapi banyak peneliti mengatakan kalo ini semua Cuma mitos belaka. Tapi sampai saat ini belum pernah di temui anaconda berukuran seperti yang di laporkan.
Mitos anaconda raksasa terjadi karena orang hanya menilai dari kulit yang di tinggalkan anaconda. Nah, kulit- kulit ini bakal memuai ke ukuran yang jauh melebihi ukuran anaconda asli. Nggak heran kalo banyak orang salah mengira.
Udah gitu nih ular hidupnya di sungai sehingga menyusahkan mata awam untuk ngeliat ukuran sebenarnya waktu mereka sedang berenang. Makin susah karena anaconda senang banget menyembunyikan sebagian badannya di air. Ini membuat banyak peneliti sulit menemukan secara akurat ukuran mereka sebenarnya. Untuk mendapat ukuran asli, orang harus menagkap anaconda kemudian di bawa ke darat dan di ukur. Lantas siapa yang mau terjun ke sungai menangkap ular segede gaban yang bisa menelan kita bulat- bulat???

Untungnya ada orang “gila” yang mau berbuat nekad dan berurusan dengan anaconda demi alasan ilmu pengetahuan. Dr. Jesus Rivas peneliti dari Venezuela ngabisin belasan tahun untuk mencari tahu rahasia anaconda di hutan- hutan Amerika Selatan. Hasil penelitiannya termasuk beberapa hal di bawah ini :
· Anaconda punya perbedaan ukuran yang paling besar antara jantan dan betinanya di semua binatang vertebrata (bertulang belakang). Ular jantan berukuran seperlima dari betinanya.
· Ketika kawin, sejumlah besar ular jantan yang lebih kecil akan bergabung mendekati satu ular betina membentuk sebuah bola. Mereka akan berkompetisi untuk mengawin betina tersebut.
Anaconda juga menunjukan perubahan masa biologis yang mengejutkan dari mulai lahir sampe dewasa. Ini merupakan hal istimewa ketimbang ular jenis lain. (Kid-oest News : dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment