Wednesday, September 15, 2010

Penis Rasputin Yang Diawetkan

Ia salah satu tokoh besar kontroversial dalam sejarah Rusia. Dijuluki ‘Mad Monk’, konon ia memiliki kemampuan tinggi dalam menyembuhkan dan meramal masa depan. Sepak terjangnya mampu mempengaruhi tindak tanduk kerajaan Tsar, sampai berdampak jatuhnya dinasti kerajaan Romanov di tahun 1917. Meski ia dikenal luas, banyak fakta kehidupan Rasputin jadi simpang-siur akibat banyaknya kontroversi yang terjadi selama ia hidup. Pendapat pihak-pihak yang pro dan kontra berbaur sehingga (hingga kini) beberapa detail mengenai perjalanan hidupnya masih diperdebatkan.


Rasputin terlahir sebagai seorang anak petani di desa kecil bernama Pokrovskoye, di sisi sungai Tura, Siberia. Ia diketahui memiliki dua saudara: seorang adik bernama Maria dan kakak laki-laki , Dmitri. Adiknya, Maria mengidap penyakit epilepsi dan tenggelam di sungai akibat kambuhnya penyakit tersebut. Kakaknya Dmitri pernah jatuh ke dalam sebuah kolam bersama Rasputin, meski keduanya selamat namun Dmitri lalu meninggal akibat pneumonia. Kematian kedua saudaranya menorehkan kenangan pahit bagi Rasputin, sampai-sampai ia menamakan kedua anaknya Maria dan Dmitri.

Mitos menyebutkan bahwa Rasputin telah memliliki kekuatan luar biasa sejak dari kecil. Efim Rasputin, ayahnya adalah seorang peternak kuda. Ketika salah satu kudanya dicuri, Rasputin dengan kekuatan supranaturalnya berhasil menemukan orang sang pencuri. Ketika berumur 18 tahun ia menghabiskan waktu 3 bulan dalam Verkhoturye Monastery, sebuah asrama gereja yang banyak menjadi tempat pertobatan para penjahat. Setelah 3 bulan berlalu, Rasputin berubah menjadi pribadi yang sangat religius dan cenderung fanatik.


Dikabarkan ia juga berhubungan dengan sekte Kristen yang dilarang di Verkhoturye, atau dikenal sebagao khlysty. Sekte tersebut dilarang karena menggabungkan ritual religius dengan praktik sex bebas. Menurut putri Rasputin sendiri yakni Maria, ia memang pernah mempelajari seluk-beluk sekte Khlysty namun dengan tegas menolak bergabung dengan sekte tersebut. Kecurigaan bahwa Rasputin adalah salah satu anggota Khlysts, meski masih diperdebatkan oleh para sejarahwan, mleekat sampai akhir hidupnya.

Setelah meninggalkan asrama, ia mengunjungi seorang suci bernama Makariy di mana ia menjadi panutan bagi Rasputin sepanjang hidupnya. Rasputin lalu menikah dengan Proskovia Fydorovna Dubrovina ditahun 1889 dan memiliki 3 orang anak bernama Dmitri, Varvara serta Maria. Di tahun 1901 ia meninggalkan rumahnya untuk menjadi stranik (petapa), melanjutkan perjalanan hidupnya dengan berkelana dan menelusuri Yunani dan Yerusalem. Di tahun 1903 ia tiba di Saint Petersburg di mana secara perlahan tapi pasti ia memperoleh reputasi sebagai seorang starets (orang suci) dengan kekuatan meramal dan menyembuhkan.

Rasputin dengan cepat menjadi figur kontroversial, utamanya karena kepercayaan permaisuri dan raja dalam memberikan posisi serta kakuatan yang cukup besar. Tentu banyak yang tidak menyukai hal ini sehingga memunculkan banyak tuduhan miring; mulai dari pelaku sex bebas sampai rencana kudeta. Beberapa pihak yang jelas-jelas menentang Rasputin adalah bangsawan elit Saint Petersburg dan juga kelompok Holy Snod, yang gencar menyebarkan isu bahwa Rasputin banyak melakukan praktik yang melenceng dari ke-Kristen-an. Namun semua itu belum mampu menghilangkan kepercayaan keluarga Tsar, malah Tsar sendiri memecat menteri-menteri yang diduga berniat menjatuhkan Rasputin. Kekesalan pihak yang membenci Rasputin lalu menjelma menjadi rangkaian percobaan pembunuhan pada sang starets Rusia.

Penis sang dukun yang di awetkan
Menurut beberapa sumber, seorang pembantu menemukan penis Rasputin di tempat pembunuhan, menyimpannya sampai tahun 1920-an. Kemudian penis ini disimpan oleh sekelompok wanita Rusia di Paris. Mereka menyembah penis ini sebagai lambang kesuburan, menyimpannya di dalam sebuah kotak kayu. Setelah mendengar hal ini, anak Rasputin, Marie, meminta mereka mengembalikan penis itu kepadanya. Ia kemudian menyimpannya sampai ia meninggal pada 1977.


No comments:

Post a Comment